Dan masih bercengkrama dengan secangkir kopi, yang sempat terhambat oleh tikaian mulut mereka..
Dan juga masih dikerumunan asap nan mengudara...
Punggung memeluk erat sandaran kursi...
Kaki terjungkai letih mencium lantai kaca dalam angan.
Pagi ini aku menghampiriMu dengan secercah tinta yang sempat tergores dikertas kumalku.
Ku tau ini tidak akan merubah kebiasaan burukMu tiap hari.
Kebiasan malas mandi yang hanya bisa membuat polusi ibukota.
Ah, Dasar manusia instan.
Tak ada bedanya kau dengan para koruptor yang hobinya hanya menyiksa.
Avrill,
Seperti dalam tulisanmu , Kita pernah bersepakat bahwa pertemuan kita hanya berkutat pada konspirasi puisi, aku pikir sejauh ini kita keliru. Kita bahkan lebih dari itu, lebih gila dari kejiwaan pasien rumah sakit jiwa, lebih tebal dari hasrat koruptor untuk membabat dunia, mungkin. Karena hal sekecil apapun selalu kita keker menggunakan lubang sedotan _Tidak ada yang tidak mungkin, bukan_ Hahaha
Avrill,
Semenjak Buitenzorg, sebuah kota yang diklaim penjajah sebagai kota tanpa risau yang didalihkan silam oleh bangsa dengan penganut nama mayoritas van yang terkesan angkuh tapi nyata,Itu adalah puncak yang menjadi saksi kisah kita. Pertemuan secarah kebetulan yang bekerja dengan betul avrill.
Mulai dari cat muka dengan lumpur hingga pada perintahmu sebagai senior dipuncak Buitenzorg kala itu bahwa aku harus membawakan sebuah puisi ditengah terpaan rintikan hujan dengan dingin yang menusuk hingga tulangku, semua itu masi tersusun rapi dan tercatat jelas dalam buku harianku.
Dasar senior sombong!
Tak ada bedanya dengan Diktator.
Gerutuhku sambil membawakan puisiKu waktu itu.
Avrill,
Ini adalah tigapuluh satu untuk kedua kalinya, namun bernilai tiga.mengapa Demikian.
Bulan lalu penanggalan masehi hanya sampai pada pada angka tigapuluh.
Benar-benar aneh.
Begitu juga takdir tentang kita.
Yang berawal dari kebetulan namun bekerja secara betul.
Aku bisa mengatakan bahwa pertemuan kita kali ini adalah rencana sang pemilik napas, dengan sistem kerja seperti para mason.
Diam tanpa suara,
Sesat tanpa arah, Namun itu berhasil.
Cinta tak harus manis,avrill.
Semua butuh proses.
Jalanya memang ada, namun bagaimana kita harus disesatkan untuk mencari jalan itu.
Jangan jadi manusia robot seperti kata grant dalam catatan seorang penulis tentang petualangan seorang konspirator untuk menyelesaikan kasus pembunuhan orang penting pribumi.
Avrill.
Aku bangga padaMu.
Bukan dari kemolekan atau bentuk tubuhmu yang seksi.
Aku bangga atas semua inspirasimu yang seolah-olah kau bisa bersaing dengan mario teguh.
Tapi itu nyata avrill.
Aku merasakannya.
Dari ajakanMu untuk menikmati semua lini kehidupan.
Dari semua perspektif tentang kebenaran, bahwa kita harus memulai sebuah kebenaran dari dua sisi yang berbeda.
Dan aku harus menikmati itu sebagai syukur atas perjalanan hidupku.
Avrill.
Dengarkan aku baik-baik.
Tetap Nyalakan lilin itu.
Jaga baik-baik.
Jangan sesekali membiarkannya padam meski diterpa badai sekalipun.
Avrill.
Puntung rokokku sudah terlalu panjang.
Kopiku sudah sampai pada ampas terakhir.
Kusudahi dulu suratku.
Semoga lebih rajin lagi mandinya.
Ya, setidaknya sengsara warga ibukota akan polusi bisa berkurang.