Postingan Populer

Sabtu, 11 Desember 2021

BUITENZORG

Dan masih bercengkrama dengan secangkir kopi, yang sempat terhambat oleh tikaian mulut mereka..
Dan juga masih dikerumunan asap nan mengudara...
Punggung memeluk erat sandaran kursi...
Kaki terjungkai letih mencium lantai kaca dalam angan.
Pagi ini aku menghampiriMu dengan secercah tinta yang sempat tergores dikertas kumalku. 
Ku tau ini tidak akan merubah kebiasaan burukMu tiap hari. 
Kebiasan malas mandi yang hanya bisa membuat polusi ibukota. 
Ah, Dasar manusia instan. 
Tak ada bedanya kau dengan para koruptor yang hobinya hanya menyiksa. 

Avrill, 
Seperti dalam tulisanmu , Kita pernah bersepakat bahwa pertemuan kita hanya berkutat pada konspirasi puisi, aku pikir sejauh ini kita keliru. Kita bahkan lebih dari itu, lebih gila dari kejiwaan pasien rumah sakit jiwa, lebih tebal dari hasrat koruptor untuk membabat dunia, mungkin. Karena hal sekecil apapun selalu kita keker menggunakan lubang sedotan _Tidak ada yang tidak mungkin, bukan_ Hahaha

Avrill, 
Semenjak Buitenzorg, sebuah kota yang diklaim penjajah sebagai kota tanpa risau yang didalihkan silam oleh bangsa dengan penganut nama mayoritas van yang terkesan angkuh tapi nyata,Itu adalah puncak yang menjadi saksi kisah kita. Pertemuan secarah kebetulan yang bekerja dengan betul avrill. 

Mulai dari cat muka dengan lumpur hingga pada perintahmu sebagai senior dipuncak Buitenzorg kala itu bahwa aku harus membawakan sebuah puisi ditengah terpaan rintikan hujan dengan dingin yang menusuk hingga tulangku, semua itu masi tersusun rapi dan tercatat jelas dalam buku harianku. 
Dasar senior sombong!
Tak ada bedanya dengan Diktator. 
Gerutuhku sambil membawakan puisiKu waktu itu. 

Avrill, 
Ini adalah tigapuluh satu untuk kedua kalinya, namun bernilai tiga.mengapa Demikian.
Bulan lalu penanggalan masehi hanya sampai pada pada angka tigapuluh. 
Benar-benar aneh. 
Begitu juga takdir tentang kita. 
Yang berawal dari kebetulan namun bekerja secara betul. 


Aku bisa mengatakan bahwa pertemuan kita kali ini adalah rencana sang pemilik napas, dengan sistem kerja seperti para mason. 
Diam tanpa suara, 
Sesat tanpa arah, Namun itu berhasil. 

Cinta tak harus manis,avrill.
Semua butuh proses. 
Jalanya memang ada, namun bagaimana kita harus disesatkan untuk mencari jalan itu. 
Jangan jadi manusia robot seperti kata grant dalam catatan seorang penulis tentang petualangan seorang konspirator untuk menyelesaikan kasus pembunuhan orang penting pribumi. 

Avrill. 
Aku bangga padaMu. 
Bukan dari kemolekan atau bentuk tubuhmu yang seksi. 
Aku bangga atas semua inspirasimu yang seolah-olah kau bisa bersaing dengan mario teguh. 
Tapi itu nyata avrill. 
Aku merasakannya. 
Dari ajakanMu untuk menikmati semua lini kehidupan. 
Dari semua perspektif tentang kebenaran, bahwa kita harus memulai sebuah kebenaran dari dua sisi yang berbeda. 
Dan aku harus menikmati itu sebagai syukur atas perjalanan hidupku. 

Avrill. 
Dengarkan aku baik-baik. 
Tetap Nyalakan lilin itu. 
Jaga baik-baik. 
Jangan sesekali membiarkannya padam meski diterpa badai sekalipun. 


Avrill. 
Puntung rokokku sudah terlalu panjang. 
Kopiku sudah sampai pada ampas terakhir. 
Kusudahi dulu suratku. 
Semoga lebih rajin lagi mandinya. 
Ya, setidaknya sengsara warga ibukota akan polusi bisa berkurang. 

Minggu, 08 Agustus 2021

SIO BAPA_




Pagi itu, 
Ayam diatas pohon lontar belum juga bersuara, 
Jangkrik masih saja memberi pesan-pesan terakhir sebelum mentari sebelum mentari mengakiri malam manis mereka. 

Suara gesekan batu asah dan parang sudah terdengar sedari tadi,dibelakang rumah, dibawa pondok beratap daun kelapa. 

Seperti biasa, kali ini bapa kembali mengantar kopra dipasar.

Dengan membelah hutan, bapa harus naik turun bukit untuk sampai dipasar. 

Sio bapa e.. 
Sudah lima jam bapa duduk menjaga 3 karung berisi kopra. 
Tawaran sering datang, Namun itu diluar akal kemanusiaan untuk sebuah hasil jerih paya. 

Sedari tadi bapa hanya menerima tawaran tiga ribu perkilo yang sempat ditawar oleh boss berdasi dengan mengenakan sepatu seharga ratusan ribu rupiah. 

Ditengah hiruk pikuk pasar. 
Datanglah seorang boss dengan mobil mewahnya 
Harapan bapa kembali tumbuh untuk memnuhi mimpi anaknya. 

Empat ribu perkilo beta ambil semua. 
Kata boss itu kepada bapa. 
 
Sambil mengelus dada dan menuntut keadilan pada Tuhan, bapa mengiyakan demi membawa segenggam beras untuk keluarganya dirumah. 

Sio bapa e.. 

Andai daging kelapa itu seperti biji mutiara, bapa tidak susah-susah lagi cari uang.

Sayang. 
Laut kita hanya memberi setitik napas pada ikan tongkol untuk menyambung hidup, 
Karena tuna dan ikan-ikan lain diambil oleh boss dengan boat besarnya. 

Sio bapa e, 

Apa daya hutan-hutan kita dibabat dan musang yang menjadi sahabat kita berlari tanpa rumah. 
Gunung hanya memberi kita kelapa. 
Sedangkan emas digalih dan diambil oleh boss besar digedung putih

Wangi cendana dalam larutan hanha bisa dihirup oleh boss berdasi yang baru keluar dari mobil mewahnya itu. 

Dan kita bapa. 
Kita hanya mendapat setumpuk sabut kelapa untuk membakar ubi sembari mengeringkan kopra diatas bale-bale bambu. 

Sio bapa e, 

#EDo-

Sabtu, 31 Juli 2021

GADIS DESA !!

REALITA GADIS DESA MASA KINI
______________________________

Gadis gadis desa sedang menunggu waktu kuncup lalu menjadi kembang 
Memikat beberapa kumbang untuk singgah menatap lebih lama kembang yang tumbuh dengan senyum paling manis
Gadis - gadis desa berjalan ditengah gaya hidup hedonisme 
Meminjam budaya tanah barat untuk dibalut pada badan dan Sampai lupa dari mana sebenarnya asal

Gadis - gadis desa
akan nyenyak jika android ada disamping raga.
Gadis - gadis desa akan setia mengekang luka,
Menyiksa diri untuk satu hati yang tak tahu terima kasih.

Gadis - gadis desa merawat ingatan akan saat pertama bertemu dan melupakan apa pesan mama tentang bumbu dapur dan seisinya.

Gadis - gadis desa lebih peka akan nasihat kekasih hati ketimbang ayah yang adalah cinta pertama.

Ya..
Gadis desa itu adalah kamu.
Mungkin kita dan bahkan mereka.
Maka terjadilah pada kita bahwa sangkar lebih indah daripada tanah lapangan yang luas membentang.

Sungguh ini berlawanan dengan cerita "habis gelap tertiblah terang"
Bagi-nya seindah apapun sangkar ia tetaplah sebuah kurungan.

Selamat untuk Kartini 
Sematkan kebebasan untuk kehidupan 
Temukan kenyamanan diri sendiri
Dan aliri darah mu dengan sebagian dari darah juang Kartini.

Salam untuk semua wanita 
Kamu terlalu berharga untuk ditawar dengan apapun.

#MFR
#EDo

🌹🌹🌹

Kamis, 29 Juli 2021

TUAK SETENGAH HATI KEMARIN SORE_.


Mua ki,(sambil kusodorkan tuak) ...
 
Demikian sapaan sore kemarin untuk mereka yang melintas depan rumahku. 
Di balik aroma tuak 
Kali ini dengan setengah hati kuteguk
Melewatkan malam
Wajah yang perlahan berubah
Bumi selalu kulihat tersenyum
Perlahan terhuyung menggapai pundakku

Di balik aroma tuak
Aku ngantuk sendiri mendunia dalam tawa
Sekali waktu mabuk membuatku hidup
Dan membangunkan malam dalam sekejap
Selalu saja godaan itu serupa sahabat
Yang mengikat kemauan

Gemuruh hati terdengar seperti ombak
Seperti puisiku tak pernah padam
Memenjara kesendirian

Tapi apa mau dikata, hawa nikmat terlalu hangat untuk ditinggalkan
Tidak habis dalam satu malam
Hingga lupa diri
Lupa waktu
Entah lambung bertukak, lupa usus meradang
Tapi aku suka !

Manakala thypus,kencing manis dan lever
Datang nyelinap
"Kamu kena asam urat,"kata dokter menambah satu diagnose lagi
Haaaaaaa...?????
Aku lebih memilih meringis dan nyungsep
Rumah sakit ternyata pembaringan yang indah
Untuk mengaduh

Jarum infus yang terasa garang menusuk nadiku
Aroma cairannya
Seperti bebauan tuak yang menawarkan sorga
Bumi yang selalu kulihat tersenyum
Seolah menertawaiku

#behiro. 🍻
#DGK
#KDNP

Kamis, 15 Juli 2021

SUMBER AIR SU DEKAT !!_(?)


Mulut adalah moncong senjata
Dan kata;.Iya. kata adalah peluruhnya. 
Aku tak tau kemana arah peluruh itu.. 
Tetapi kemudian, Seorang yang dengan gagah memegang senjatanya dan membrondong ribuan peluruh tanpa arah yang jelas. 
Yang jelas itu adalah sebuah kepanikan. 

Nilai luhurku hilang di tengah los-los pasar bisnis kaum elit. 
Saat waktu itu hilang dari balik pembatas kawat berduri. 
Entah kenapa, 
Kami dicaci, 
Kami dihujat. 
Di sumpah hingga mati dan digantung. 
Biadap, 
Kampret, 
Cebong. 
Teriak mereka. 

Mereka terus bersumpa serapah seolah kami adalah asing. 
Iya, kami seperti asing.
Tapi itu bukan salah kami. 
Kami hanya merasa asing Dirumah sendiri. 

Janji kesejatraan bertebaran dimana-mana.
Bahkan membius Hingga ke sum-sum paling dalam. 

"Sumber air su dekat".!! 

Teriak preman berpecih diatas panggung berlatar biru. 

Iya. Sumber air su dekat. 
Dekat ke vila.
Dekat ke kantor. 
Dekat ke rumah-rumah para pejabat. 
Untuk rakyat adalah air mata. 

Mereka menangis tapi tak didengar. 
Mereka menagih janji tapi dijawab nanti. 

Hari ini aku bersumpah. 
Aku bersumpah demi langit dan bumi. 
Demi Ibu Pertiwi 
Demi tana aid beta. 
Penipu ulung dan diktator adalah pembohong terhalus yang mematikan. 
Serakah,!!. 
Lebih kejam dari komodo-ku 
Enyahlah kalian. 

Waktu menghabiskan darah. 
Awan hitam menggumpal meneriakan jeritan. 
Jutaan nadi mengering tak berair. 
Nafas-nafas kecil memekik dibalik riuh dentuman senjatah. 
Petikan sasando-ku tak nyaring lagi kudengar. 
Aroma cendana-ku hilang dibius visi-misi kaum berelit. 

#Amsu ValLentino 

Kamis, 08 Juli 2021

VIRUS !!





Aku baru saja terbangun dari tidur, saat sesuatu menyelinap masuk ke dalam pikiranku. Masuknya bukan melalui kepala, bukan juga melalui lubang hidungku. Apalagi melalui mulut. Entah dari mana sesuatu ini datang, yang jelas, seseorang telah mengirimkannya untukku. 

Aku ingat jelas malam itu, ketika segala sesuatu yang pernah tersimpan dalam pikiranku, perlahan pecah, hancur dan hilang satu persatu. Bahkan, hilangnya tak menyisakan apa-apa lagi. Semuanya seakan lenyap bagai ditelan bumi. Puncaknya terjadi pada moment pergantian tahun baru. "Seseorang telah menggantikannya dengan sesuatu yang baru," gumamku. "Sesuatu yang begitu kuat, hingga dengan mudahnya ia gantikan yang pernah coba kusimpan."

Sesuatu yang baru itu memang begitu kuat. Ia mampu menghapus segala memory dalam ingatanku. Lalu, tumbuh. Ia tak bernyawa, tapi hidup. Hidup seakan mati. Ia tak berbentuk, tapi berwarna. Warnanya hijau, juga sedikit hitam. Terkadang, hitamnya lebih kuat daripada hijaunya. 

Sesuatu yang baru itu telah menjadi kekal dalam ingatanku. Ia membentuk pikiranku dengan bahasa-bahasa cinta, ia mengikat aku dengan sesuatu yang indah, yang tidak bisa kuterjemahkan dalam logika. Ia membangun peradabannya dari dalam pikiranku. Kemudian, membentuk ritual yang membebaskan karat pada isi hati dengan berkurbankan sebuah ketulusan. Lalu mengucapkan kata, "Selamat tidur tuan kaktus."

Sesuatu yang baru itu terus saja membuaiku dalam ketenangan, kemudian menjadikanku makhluk paling adiktif. Aku yang pernah kehilangan harapan dan hanya berharap yang biasa-biasa saja, dibuatnya terasa istimewa. Aku belum pernah sebersyukur ini sebelumnya. Aku belum pernah merasakan kebahagiaan semacam ini sebelumnya. Di sini, bahagia itu sederhana, ternyata memang sesederhana ia memperlakukanku.

Namun, kebahagiaan itu perlahan mulai hilang, bukan karena dihilangkan. Bersyukur itu perlahan mulai pudar, bukan karena tidak disyukuri. Mereka telah dicuri orang. Oh, tidak. Mereka tidak dicuri orang. Tapi sesuatu yang pernah masuk dalam pikiranku memberontak ingin keluar. Kekuatannya masih sama seperti saat ia masuk. Namun, apa yang pernah diberikannya masih tersimpan. Mereka tidak ke mana-mana. Tak akan kuberi pada siapapun, bahkan ketika dengan paksa diminta atau dihancurkan dari ingatanku. 

Ingatan-ingatan dalam pikiranku menyimpan sejuta warna: rasa, kenangan, tangis dan tawa. Juga sesuatu bernama luka. Dua dari ke lima warna itu ikut memberontak. "Jika sesuatu yang pernah tertanam dalam pikiranmu bisa pergi, mengapa kami tidak?" kata mereka. "Bukankah yang pergi akan ditempatkan pada kotak kenangan yang takkan pernah bisa dijangkau?"

"Kalian tidak pernah tahu bagaimana rasanya setelah memiliki," balas Rasa. Kemudian, Kenangan melanjutkan, "kalian bahkan tidak pernah ingat bagaimana bahagia itu diciptakan dengan menentang takdir."

Seakan tak mau kalah, Tawa juga ikut menjawab, "Bahkan kalian tidak pernah tahu, bahwa lelah, dan capek bisa hilang begitu cepat ketika digantikan oleh senyuman. Bahwa setelah kalian hadir," katanya kepada Tangis dan Luka, "keduanya malah dibuat tertawa."

Aku lupa, bahwa malam itu aku telah diracuni Virus Aku. Aku lupa, bahwa malam itu, adalah yang terakhir aku menyimpan sesuatu yang lain dalam pikiranku. Yang aku ingat, saat ia masuk dalam pikiranku, ia sempat berkata dengan penuh keyakinan, ketulusan dan juga cinta padaku. "Inginku retas obituari ingatanmu dan menghidupkan Virus Aku di sana, agar nama-nama itu error saat kau akses. Lalu kita akan mati bersama, sebab 'hidup bersama' sudah terlalu mainstream."

Ternyata, sesuatu yang masuk dalam pikiranku adalah Virus Aku_yang sengaja diciptakan oleh seseorang di seberang sana. Seseorang yang memiliki tekad yang kuat, seseorang dengan segala keinginannya yang terbuat dari luka, air mata, cinta dan harapan. Virus Aku yang dibuat sama kuatnya dengan dirinya. 

Pantas saja aku tak bisa melupakannya. Obituari ingatanku telah diretas oleh Virus Aku dengan penuh ketulusan. Nama-nama yang pernah tersimpan telah lama error, rusak, hancur berkeping-keping, bahkan hilang dan lenyap seketika. Yang hidup tinggal sebuah nama. Tidak, ia tidak hidup. Ia telah mati dalam pikiranku. Ia telah lama mati. Karena itu, ia tak pernah mau keluar dari pikiranku, bahkan sebagai arwah sekalipun. 

Di sana, ia masih dan akan terus menetap. Sampai tua, mungkin? Atau sampai mati. Sebab, katanya, "Kita akan mati bersama, sebab 'hidup bersama' sudah terlalu mainstream."

Suatu saat nanti, aku ingin mengenangnya dalam keabadian kata. Mengabadikan kehidupannya yang ingin mati bersama pikiranku. Aku ingin menuliskannya, bukan dalam bentuk puisi seperti Francesco Petrarca menuliskan tiga ratus enam puluh enam puisi romantis untuk Laura, kekasihnya. Sebab, Petrarca dan Laura tak pernah menyatu dalam keabadian.

Bukan pula dalam bentuk sajak-sajak patah hati. Sebab, ia masuk tanpa mematahkan apapun. Ia masuk dan mengganti yang tidak pernah kuraih, lalu diberikannya padaku sebuah hati yang penuh dengan ketulusan, cinta dan semangat secara cuma-cuma. Maka, ketika ia memaksa keluar, haruskah aku rela?

Ia masih tersimpan begitu anggun dan cantik dalam bingkai ingatanku. Meski aku tahu, bahwa di sana ia tidak bebas. Di sana ia terpenjara. Di sana, ia menumbuhkan rasa yang mati. Tapi ia tak pernah menyulut kebencian berkobar dalam nadiku. Malah, sebaliknya, atas nama Rasa, Ingatan dan Tawa, mereka abadi dalam sebuah wadah bernama cinta. 

Ia pernah memintaku pergi. Tapi bagaimana mungkin aku pergi, bila ia terus mengikuti dalam pikiranku? Ia pernah pergi, tapi bagaimana mungkin ia berjalan sendiri, sedangkan ia masih tertanam dalam pikiranku? Baik aku, maupun Virus Aku itu, tetap tinggal. Satu-satunya yang dapat mencabutnya dari pikiranku adalah seseorang yang telah mengirimkannya padaku. Mungkin dengan menciptakan "Antivirus Kamu" agar ia bisa melawan Virus Aku. 

Tapi bagaimana ia menancapkannya dalam pikiranku? Pertanyaan itu tidak bisa kujawab.  Tak bisa diprediksi, sama seperti aku berharap ia tinggal lebih lama dan lama dalam pikiranku, hingga akhirnya ia ingin keluar: Dari pikiran, hati dan nadi: Mati Rasa.

Kemudian katamu, 

Kita menciptakan luka...
Lalu mengkambinghitamkan semesta sebagai pemberi luka yang adil...

Seketika itu juga, kata-kataku terbantahkan,

Semesta selalu adil dalam memberi luka: semakin kau menyayangi, semakin kau terluka. "Semakin"nya diberi porsi yang sama. Adil

#EDo-

Rabu, 30 Juni 2021

PRANAJA

Arjuna Pranaja. Pemuda bermata gelap itu telah belajar banyak mengenai kehilangan. Keluarga kecilnya berantakan, hal-hal menyakitkan terjadi di depan matanya, orang-orang tercintainya pergi tanpa pernah bisa kembali.

Selang waktu berjalan, ia berusaha untuk bangkit. Ia kira setelah segala hal menyakitkan terjadi, tinggal senyum yang menanti.

Saat itulah, Kiana Niranjana berdiri di sana, membawanya keluar dari labirin masa lalu yang gelap. Gadis itu mengajarkannya cara tertawa, juga bahagia.

Tapi ternyata, semesta memang kerap kali suka bercanda. Badai itu belum reda sepenuhnya. Luka itu belum kering seutuhnya. Keberadaan Kiana justru menyeretnya menuju luka yang lebih dalam.

Hingga pada satu titik kelelahannya, ia mulai bertanya-tanya: Mungkinkah ia memiliki akhir yang bahagia?

***

“Bagi beberapa orang, bahagia merupakan fatamorgana. Namun, kenapa luka menjadi begitu nyata?”

#If_only
#Edo

Selasa, 29 Juni 2021

SETIAP MALAM KECUALI TANGGAL MERAH




Di luar
hujan masih turun dengan nakalnya
berhamburan 
seperti manik-manik kalung putus 

Di dalam kamar
Dia  menjahit kancing baju yang terlepas
diremas tangan-tangan beringas
yang buru-buru ingin mendaki buah dada

Dada ini, Nak
menjadi telaga bagi jiwa-jiwa kehausan
haus kasih sayang, haus kenikmatan, dan haus belaian
penghangat bagi mereka yang kesepian 

Dada ini
tak pernah dan tak boleh lelah memancarkan kenikmatan
setiap malam, kecuali tanggal merah
sebab di tanggal merah, mereka merayakan kesepiannya bersama keluarga
dengan meriah

Di rumah
anak lelakinya menunggu
air liurnya menetes
membayangkan sebungkus nasi padang dan sebotol susu

Bersabarlah, Nak
Ibu masih harus membuka dada 
untuk satu pelanggan lagi
agar kuali nasi kita terisi
dan kita tak lekas mati

***
#edo
#KP 

Rabu, 02 Juni 2021

HIDUP DALAM KETAKUTAN ATAU MATI.


"Sisakan kenangan yang menyenangkan, kenangan yang buruk tulis dan lupakan." (Hal. 131) Salam Pengetahuan Bagi Kita Semua! 
Kali ini saya akan mencoba mengulas buku karya Minato Kanae, yakni Confessions. Buku genre thriller ini sungguh menarik dan menyita perhatian banyak orang hingga diterjemahkan ke berbagai bahasa. Penasaran seperti apa bukunya? Mari simak ulasan berikut. 

Identitas bukuJudul: Confessions
Penulis: Minato Kanae
Penerjemah: Clara Canceriana, Andry SetiawanPenyunting: Prisca PrimasariPenyelaras Aksara: Titish A.KPenerbit: Penerbit Haru
Jumlah Halaman: 304

Kesan PertamaDari covernya terlihat sangat menarik, ada nuansa kelam dan gelap. Dan sinopsisnya pun sesuai dengan apa yang saya inginkan. Mengawali bacaan dari bab 1 rasanya agak membosankan karena dibangun dengan fase lambat. Juga pemb*nuhan Manami yang telah diketahui sang sensei rasanya akan membuat jenuh. Itu adalah kesan pertama membaca buku ini. 

Moriguchi Yuko adalah seorang guru SMP. Saat anaknya yang berusia 4 tahun ditemukan meninggal, semua orang mengira itu cuma kecelakaan nahas.Akan tetapi, Moriguchi yakin anaknya dibunuh oleh dua dari anak didiknya. Karena itu, dia tidak akan membiarkan kedua anak itu bebas. Dia ingin membalas dendam, dan balas dendam yang dia lakukan itu hanyalah awal dari sebuah mimpi buruk.

Buku ini tersusun atas 6 bab dengan judul Orang Suci, Martir, Pencinta, Pencari Kebenaran, Pemuja, dan Penginjil. Masing-masing bab menceritakan sudut pandang (POV) tiap karakter yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini.Bab pertama di awal, oleh Moriguchi-sensei yang bercerita bahwa ia akan mengundurkan diri. Namun, sebelum mengundurkan diri, dia bercerita mengenai kasus kecelakaan anaknya yang ternyata dibunuh oleh dua muridnya sendiri (A dan B). Dalam bab 1 ini, alur yang dibangun cukup menarik karena bukan hanya pembunuhnya yang terungkap, tetapi konflik dan masalah utama yang akan dibangun sedikit berbeda dari dugaan awal. 

Berlanjut ke bab 2 yang bercerita dari sudut pandang sang ketua kelas, Mizuki-chan. Setelah sensei mengundurkan diri dan menghilang tanpa kabar, Mizuki-chan mencoba untuk menghubunginya dengan cara menulis esai dengan harapan esainya menang dan dimuat dalam majalah yang sering dibaca sensei.Pada saat itu juga, salah satu anak yang memb*nuh Manami, anak Moriguchi-sensei, tidak pernah terlihat di kelas. Alhasil wali kelas baru pengganti Moriguchi-sensei dan Mizuki-chan selaku ketua kelas setiap minggunya pergi ke rumah Naoki-kun dengan harapan agar berangkat ke sekolah. Dalam bab 2 ini banyak sekali konflik yang dihadapi oleh Shuya-kun (si A) dan Naoki-kun (si B). Dan di akhir, dengan kejadian janggal, yakni Naoki-kun memb*nuh ibunya sendiri. Setelah itu, 

berlanjut ke bab 3 yang bercerita mengenai kakak kedua Naoki-kun yang ingin mengungkap pemb*nuhan antara adik dan ibunya sendiri. 

Berlanjut ke bab 4 dan bab 5 yang menceritakan mengenai alasan di balik itu semua, dari sudut pandang Naoki-kun dan Shuya-kun. 

Terakhir, bab 6 ditutup dengan apik oleh penghakiman sang sensei terhadap kedua anak didiknya itu.

Yang menarik dari buku ini adalah alur yang dibangun tiap bab-nya serta sudut pandang dari masing-masing karakter. Selain itu, setiap bab membawa kita kepada konflik-konflik baru karena adanya twist sehingga kita tidak bisa menebak-nebak apa yang akan terjadi di bab selanjutnya. 

Terlepas dari itu semua, sebenarnya buku ini sangat mengajarkan kita bahwa cara mendidik anak yang terlalu berlebihan akan berdampak pada moral dan psikologis anak. Kita yang mendidik mereka tidak pernah tahu apakah mereka merasa baik-baik saja atau justru karenanya malah menderita? (Edo) _


Kamis, 27 Mei 2021

"SOSMED".LADANG AMAL DAN DOSA JARIYAH


Jika kelak kamu tiada, apa yang kamu tinggalkan di sosial media?
.
Coba scroll kembali sosmedmu. Sejauh ini hal apa saja yang kamu posting di sana? Foto selfi?  Joget tiktok? Curhatan kegalauan? Pamer aurat? Menyombongkan kemewahan?
.
Pernah terpikir jika suatu saat kamu tiada, postingan itu akan tetap ada. Bisa dilihat kembali oleh banyak mata?
.
Sosial media bisa menjadi ladang amal jariyah jika postingannya disortir dengan baik & hanya posting hal bermanfaat.
.
Sebaliknya, bisa menjadi dosa jariyah yang tak putus jika segala keburukan & maksiat disposting terus.
.
Sosial media memang bukan cerminan kehidupan atau kepribadian seseorang. Karena apa yang terposting tak bisa dijadikan bahan penilaian.
.
Tapi minimal, apa yang akan kita tinggalkan kelak tak menjadi penyebab hisab keburukan di akhirat. Jika di kehidupan nyata kita merasa sebagai manusia yang banyak dosa.
.
Maka di sosial media kita bisa memotivasi diri untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Kelak ketika membuka kembali postingan2 kebaikan itu, kita akan malu jika tak lebih baik dari itu.
.
Yuk mulai sekarang, kita sortir lagi postingan kita. Tulisan yang memotivasi, foto yang menginspirasi, video yang bisa dijadikan bahan diskusi, segala kebaikan yang kelak kembali ke diri sendiri. :')

Coba scroll lagi sosial mediamu, sudahkah kamu meninggalkan hal-hal baik & bermanfaat di sana?_(Edo)

🪶🪶 ☕☕ 🪶🪶

Senin, 10 Mei 2021

JALAN MASIH TERTIMBUN MATERIAL LONGSOR. MASYARAKAT LEWOPULO BUTUH PERHATIAN DARI PEMERINTAH.


Jakarta(11/05),Setelah sebulan lebih tertimpa bencana seroja dan longsor,hingga saat ini masi banyak wilayah yang belum tersentuh secarah langsung oleh pemerintah daerah. 

Dibeberapa wilayah Kec. Adonara Tengah, seperti Lewopulo,hingga saat ini masi mengalami kendala yang urgen. 
Ruas jalan yang menjadi jalur utama untuk dilalui kendaraan sampai hari ini masi tertimbun material longsor seperti tanah dan batu dengan ukuran cukup besar. 

Beradasarkan informasi yang beredar di grup Facebook Berita  Flotim Terkini sesuai postingan akun YoHanes Tapowollo memperlihatkan beberapa gambar keadaan jalan yang masih tertimbun material longsor. 
 
Dari hasil wawancara dengan akun terkait via chat, Yohanes Tapowollo juga menegaskan bahwa sampai saat ini masih belum ada perhatian dari pemerintah daerah setempat. 
Untuk ruas jalan yang rusak berada tepat daerah jembatan menujuh daerah Lewopulo. 

"kami harus terpaksa putar melewati jalur daerah bidara untuk bisa keluar dari kampung kami apabila harus menggunakan mobil atau trek. Bahkan untuk menggunakan kendaraan roda dua sekalipun, kami masi sangat kesulitan karena hampir seluruh badan jalan tertutup material longsor. "pungkas Bapa YoHanes Tapowollol."

Beliau juga berharap agar pemerintah bisa memperhatikan lokasi yang ada agar bisa mempermuda mereka dalam proses akses menuju wilayah lain dan perkebunan mereka. (edo) 

Minggu, 09 Mei 2021

AKU PIKIR AKU JATUH CINTA PADANYA(?)


Aku pikir aku jatuh cinta padanya." "Kenapa?""Karena dia membuatku merasa nyaman dan aman.""Kamu tidak sedang jatuh cinta." “Kenapa bilang begitu?” “Karena sebenarnya kamu membutuhkannya, bukan mencintainya.”“Butuh” dan “Cinta” itu berbeda.
Setiap kita sebagai manusia punya yang namanya kebutuhan yang harus dipenuhi, selain makan minum dan bernapas. Abraham Maslow pernah membuat sebuah hierarki kebutuhan hidup, dari yang paling mendasar hingga yang paling tinggi. Mulai dari kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, harga diri, dan aktualisasi diri. Lucunya, rasa cinta ditempatkan ditengah-tengah, sebelum harga diri dan setelah rasa aman.Manusia butuh merasa aman terlebih dahulu sebelum mengenal cinta dan tidak perlu harga diri untuk mulai merasakan cinta. Setidaknya itu menurut Maslow.Jadi, cinta itu suatu kebutuhan? Jawabannya, ya. Berarti cinta bisa memenuhi kebutuhan kita? Jawabannya, tidak selalu.Seorang Rabi, Abraham Twerski juga pernah bercerita tentang seorang pria yang tengah memakan ikan. Kemudian pria itu ditanya,"Kenapa kamu makan ikan itu? ”"Karena aku cinta ikan"“Oh, kamu cinta ikannya. Itulah kenapa kamu mengeluarkannya dari air untuk  membunuhnya dan merebusnya? Jangan bilang kamu cinta ikan, kamu cinta dirimu sendiri. Karena ikan itu enak untukmu, oleh karena itu, kamu mengeluarkannya dari air dan membunuhnya dan merebusnya. "Banyak orang salahpaham dengan arti cinta layaknya kecintaan si pria dengan ikan, namanya fishlove. Dan banyak sekali kasus fishlove disekitar kita.“Kirain cinta, ternyata butuh.”Banyak orang bertahan dengan seseorang karena mendapatkan sesuatu yang diperlukan darinya. Pun sebaliknya,banyak orang meninggalkan seseorang karena tidak(lagi)mendapatkan sesuatu yang diperlu darinya.Kita semua menyayangi diri kita sendiri. Kita akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan, termasuk 5 kebutuhan Maslow tadi. Jika kita menemukan seseorang yang bisa membuat kita ‘nyaman, aman, bahagia’ , well I think it might be just fishlove, not true love. Karena, pada dasarnya kita hanya sedang memenuhi kebutuhan untuk merasa ‘nyaman, aman, bahagia’ yang kebetulan sedang diakomodasi oleh seseorang.Lalu "sebenarnya cinta" itu bagaimana?Cinta yang sebenarnya adalah saat kita bertemu dengan seseorang yang tepat, kita akan menginvestasikan sebagian dari diri kita pada orang itu,entah itu waktu, tenaga, perhatian, kasih sayang,dsb.Kita akan berusaha memenuhi ‘kebutuhan Maslow’ nya dia seolah itu adalah kebutuhan kita sendiri,seolah apapun yang kita investasikan untuk dia adalah apa yang sedang kita investasikan untuk diri kita sendiri.Pikiran kita hanya ‘memberi’ tanpa ada harapan ‘balas budi’. Pikiran kita akan selalu berkata: ada sesuatu hal lain yang harus aku lakukan selain merawat dan memenuhi kebutuhanku. Ada seseorang yang harus kujaga dan kucintai. Seseorang yang bukan diriku, tetapi diriku juga.Singkatnya -Cinta bukanlah tentang memberi dan menerima, ini tentang perasaan saat kamu memberi. 
#dams

Jumat, 07 Mei 2021

ADA PUISI DALAM CELANAMU


aku telah mendengar satu sabda
Entah dari seorang perjaka 
Atau yang sudah berumahtangga
Memenuhi tanya seisi kepala

~Sebrengsek-brengsek lelaki,
Ia akan tetap memilih perempuan suci Sebagai ibu dari anak-anaknya!

Aku tak tahu apakah ini puisi 
Diksi-diksi mati di sangsi
Disangrai dari dinding-dinding hati
Lalu menjadi pepatah paling elegi 

Sementara ia sedang menikmati tubuh
Sedang aku terpaku satu butuh
Semuanya menjadi semaunya
Terakar dari geli yang terbakar

Lalu perlahan menuju celana boxer
Katanya itulah cinta
Tinta dari puisi-puisi tertulis
Sebelum rapi pada kertas putih

Aku tak ingin mencintaimu dengan cara ini!
Ini tabu yang mestinya tidak terjadi
Yang akhirnya hanya mendatangkan parit-parit penyakit di otak kiri.
Seperti domba persembahan yang mati dikebiri?

Bukankah katamu aku harus suci?
Bukankah katamu aku mesti menjadi bersih?
Sebelum kita tuntas diberkati
Aku tak ingin kau kawini!

~apakah kau tak perawan?

Berapa dolar yang kau miliki menguasai tubuhku?
Berapa keberanian yang kau miliki menghakimi kodratku?
Apakah dengan bertanya perihal rapat v*ginaku?
Atau sesal setelah tahu longgar rahimku?
Katamu kau mencintaiku?
Ternyata hanya pengecut yang sedang melindungi diri.

Isi celanamu bukan cinta
Ia hanya seonggok daging hitam legam
Busuk pada hari kematian
Yang akan kutaburi garam
Dengan sedikit melati dari bising-bising suara hati
Mekar pada kekuatan, aku menghantarmu pada peristirahatan terakhir.

Ada puisi pada celanamu
Telah basi.

#i

Kamis, 06 Mei 2021

Langit Buitenzorg(Surat untuk Siti part 3)


Mungkin hanya sebatas khayal
Ketika aku lebih memilih alam bebas sebagai pencapaian 
Dari pada ruang ternyaman 
Yang justru memenjarakan imajiku 
Hingga penaku hanya menulis sebuah keterpaksaan

Mungkin hanya mimpi
Ketika aku ingin memandang langit malam kobersamamu di sini
Bicara tentang hal yang sulit kita pahami
Tapi tidak membuat kita pergi

Mungkin semua imajinasiku
Hanya sampai di kepalaku saja 
Karena kau, lebih dulu berpikir tentang kecewa
Sebelum satu bahagiapun nyata tercipta

Bolehkah, imajiku lebih berkuasa sekarang?
Setidaknya agar dia sedikit tenang
Menumpahkan tintanya pada secarik kertas 
Bebas dan tanpa batas
_____
Amsu ValLentino 

Selasa, 04 Mei 2021

SURATAN IBU UNTUK SITI_

SURATAN IBU_

Nak, mamamu ini dulu seperti gila; banyak sibuk mengurus diri orang lain, merasa bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan dari dusun sampai ke negara, tapi lupa berusaha tuk kejayaan diri sendiri. 
Akibatnya dapat kau lihat, kita sekarang melarat tak punya apa-apa selain remah-remah harga diri yang hampir punah. 

Nak, mamamu ini dulu seperti bodoh; memberi diri untuk membenahi hidup orang lain hingga mengambil keputusan untuk menyelamatkan mereka, namun malah menempatkan diri sendiri dalam neraka perkara. 
Akibatnya kau rasa sendiri, kita harus melunta-lunta di jalanan, bersembunyi dari kejaran tuntutan denda dan pidana lain. 

Nak, mamamu ini dulu seperti mati; memperjuangkan kebahagiaan bagi hati manusia lain, namun sering tak mau memperjuangkan rasa sendiri. 
Akibatnya kau tahu sendiri, mamamu tak punya sandaran untuk berteduh dari rasa sakit. 

Ah anakku, kelak jika kau sudah besar janganlah jadi seperti mamamu.
Tak usah kau menjadi gila dengan menuntut kemanusiaan dan nurani para pejabat, jangan pula kau menjadi bodoh dengan memperjuangkan keadilan untuk rakyat kecil, dan sekali-kali janganlah pernah kau abaikan rasamu demi kenyamanan orang lain yang bahkan tak pernah memikirkanmu. Karena kau tahu dengan baik, tiap diri berusaha dan bekerja untuk diri mereka sendiri dan kau harus juga demikian. Jadilah egois dan berhenti menjadi malaikat untuk orang lain, sebab kau tahu kita manusia bukan Tuhan. 
 
Sekali lagi nak,  besok-besok jangan pernah kau jadi seperti mamamu ini, yang mau kehilangan tempat tinggal demi memberi rumah bagi mereka yang tersesat, tapi mamamu ini lupa bahwa mereka yang dia tampung ternyata para jahanam berwajah domba yang datang untuk jadi penghancur kota. 
Akh, bukankah mamamu ini begitu bodoh dan naif? Jadi mari anakku, duduklah di sini dan dengarkan dengan baik, pahamilah dengan hati serta otakmu agar kau tak juga tenggelam seperti mamamu ini. 

Begini;
Nanti kau harus tinggal di rumah yang beratap tembok, agar panas dan jahanamnya dunia tak mengusik isi kepalamu. Kau harus berbaring di ranjang empuk berbahan besi, supaya ribut dan bisingnya ketidakadilan tidak mengganggu tidur panjangmu. 
Kau hanya perlu melakukan satu hal anakku, persiapkan diri dan senjata pertahananmu dengan sebaik-baiknya, sebab kau tahu hidup di bawah matahari tidaklah gampang dan tidaklah mudah. Orang-orang saling membunuh agar tidak kelaparan, manusia kehilangan kemanusiaan mereka supaya bisa beroleh harta dan tahta serta martabat.  Kau tahu yang lebih tragis nak? Di mana-mana keperawanan diperjualbelikan, di sana-sini keperjakaan tak lagi dipertanyakan, sebab semua telah menjadi buta dan tuli, memilih kehilangan harga diri demi mendapat kepuasan diri. 

Sekian untukmu anakku, jangan lupa;
"Jadilah manusia yang tidak memberontak pada dunia, sebab sekali lagi kau tahu dengan baik bahwa kita ini manusia bukan Tuhan. "


Salam untuk semua mamak yang ada di rumah kalian.

#Grasiani. 

Sabtu, 01 Mei 2021

Kenanglah Sajak Kerinduan Ini Bu!


Aku bukan serdadu yang mendadu
Tak sudi hidup membaui batu-batu
Sekalipun hidungku di atas sepatu
Desahku tertahan berwaktu-waktu
Tak sudi menghamba para bandit itu
Sekali-kali tidak meski kau merayu!

Tapi aku merasa gemetar sejak fajar
Nadi-nadiku serasa tak mau akur
Bukan maut yang buatku gemetar
Ah, aku tak peduli bedil yang berjejer
Apalagi tiang maut yang bertengger

Hanya saja aku khawatir
Akankah ada pejuang mengular?
Setidaknya sesudah aku terkapar, 
Penuh memar juga luka bakar...

Hukuman mati itu tentu wajar
Aku mati sebagai yang kurang ajar
Setidaknya bagi mereka yang kuhajar
Sedang bagi kaum di pinggir cangkir
Akulah fajar yang luluhkan getir-getir

Hanya saja ada yang menjanggal
Kalau ajal ini sudah bertanggal
Akankah semua tertinggal?

Ah, bu
Luka lama kini sembuh di balik batu
Mati itu istirahat tanpa lalu lalang peluru

Jangan khawatir...

#GB

Jumat, 30 April 2021

BERKEMASLAH UNTUK KEMBALI _(Surat untuk Siti part 2)_

Lekaslah berkemas, bersihkan sisa - sisa gosip disela tawa yang mengejek.
Ranum bibirmu tak pantas kau nodai seperti bibir  para penguasa yang melanggengkan janji omong kosong demi tercapai maksud yang dituju.
Lekaslah kembali pulang mengisi ruang hampa. 
Aku menantimu untuk kita berkelana lebih jauh 
Mencari tahu mengapa tandus dan gersang yang semakin betah mendiami Pertiwi.

Lekaslah datang aku ingin memelukmu. sembari menceritakan beberapa hari yang lalu aku tanpamu Ketika kamu dan aku memilih menetap,Saling melengkapi seperti simbiosis mutualisme, kita lupa bahwa ada parasit 
Yaitu ego, penghancur segala mimpi yang pernah kita semogakan dalam penghujung doa sebelum terlelap.
Katamu dunia akan semakin sempurna
Jika di atap yang sama mata kita searah 
Memandang terbit dan tenggelamnya matahari



Ahk...
Sudahlah ini sudah larut
Kita butuh istirahat 
Kamu harus selalu sehat
Sebab banyak rindu yang masih terselebung dibalik penantian yang panjang 

Selamat malam 
Katup jarimu heninglah sejenak 
Tuhan merindukan ceritamu hari ini

_EDo 

Kamis, 29 April 2021

"PEREMPUAN DAN LUKA"_(Surat untuk Siti)_

Salam perempuan hebat.
Aku datang lagi ingin menanyakan kabarmu hari ini.
Aku harap masih dengan senyum dan tawa yang indah.

Semoga luka yang pernah kau rawat sudah pulih total.
Sebab, engkau berhak bahagia , menjalani hari melewati badai dan persimpangan yang penuh tantangan.

Hay perempuan..
Jatuh cinta adalah hal yang paling indah bagi insan yang merasakannya.
Tetapi konsekuensi mencintai kita siap menerima dengan tabah, bila yang datang hanya sekedar mencari tahu tentang pribadi kita.
Katakanlah sekedar penasaran.
Sakit bukan?

Hay perempuan hebat.
Tidak mudah merawat luka, mencari cara agar terlihat tanpa luka.
Tetapi barangkali , kita hanya butuh ikhlas, memeluk ia dalam setiap doa.
Itu cara yang paling manis , sebab tidak harus Luka di balas luka.

Salam perempuan hebat.
Sudahi tangis mu , air mata mu terlalu berharga, hatimu terlalu dini , dan perjalanan hidupmu masih jauh membentang.
Jangan biarkan segala mimpi direnggut dan segala bahagia tak lagi kau rasakan.

Dunia tidak pernah menawarkan agar bahagia mu digantungkan pada orang lain.
Sebab bagaiamana pun, diri adalah bahagia itu sendiri.

Hay perempuan ..
Ingatlah bahwa hidup selalu ada alfa dan omega.
Aku harap kau memahami bahwa semua tak akan abadi.
Dan menghadap akhiratpun segala yang kita lakukan didunia menjadi tanggung jawab pribadi.
Seperti waktu kedatangan semasa bayi yang adalah seorang diri.
Maka sama halnya dengan kepulangan yaitu kematian, kita tetap menjadi seorang diri.

Salam awet segala tabah dan sabar dalam dada Hay perempuan.
Luka mu hanya sebentar bila kau benar- benar iklhas

Rabu, 28 April 2021

BUITENZORG & LAYU-NYA FLAMBOYAN

Nanti kita ceritakan lagi beberapa episode rindu yang sempat kita beri jedah
Tentang Buitenzorg, dan kisah-kisah kita tentang dunia fremassom hingga menjelajahi dunia dalam buku jacatra secret terpaksa harus ku pending untuk sementara waktu.

Flamboyan kita sudah layu sayang. 
 
Kamu tahu bukan?
Bahwa segala dibawah langit sudah tertulis oleh sang Maha Agung.

Ketika kamu dan aku memilih menetap 
Saling melengkapi seperti simbiosis mutualisme, kita lupa bahwa ada parasit 
Yaitu ego, penghancur segala mimpi yang pernah kita semogakan dalam penghujung doa sebelum terlelap.
Katamu dunia akan semakin sempurna
Jika di atap yang sama mata kita searah 
Memandang terbit dan tenggelamnya matahari

Ahk...
Sudahlah ini sudah pagi. 
Kita butuh air untuk wuduhmu. 
Kamu harus selalu sehat
Sebab banyak rindu yang masih terselebung dibalik penantian yang panjang 

Selamat pagi. 
Regangkan jarimu heninglah sejenak 
Tuhan merindukan ceritamu hari ini

Selasa, 20 April 2021

JEPARA BUMI KARTINI

 
Jepara, kota di pesisir utara Provinsi Jawa Tengah. Dengarkanlah beragam bunyi khas yang terdengar dari rumah-rumah di kota ini.

Suara ketukan palu yang keras dan lembut saling bersahut-sahutan dari para pemahat yang tengah berkerja membentuk bermacam karya seni ukir dari lempengan dan bongkahan kayu.

Sejak abad ke-19, Jepara telah dikenal luas sebagai daerah yang memproduksi mebel dan ukiran yang terkenal di Indonesia. Terbukti dengan adanya penghargaan dari beberapa kalangan baik dalam dan luar negeri dan menyatakan Jepara sebagai sebuah kawasan terpadu penghasil mebel dan ukiran.

Di kota Jepara, kegiatan mengukir dan memahat untuk menghasilkan mebel dan karya seni ukiran telah menjadi bagian dari budaya, seni, ekonomi, sosial dan politik yang telah lama terbentuk dan sulit untuk dipisahkan.

Mebel dan ukir Jepara memiliki sejarah yang cukup panjang, karena kemampuan bertukang dan mengukir diturunkan dari generasi ke generasi. 

Kebiasaan ini pun seakan terasah dan berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju, namun jiwa seni dan ketrampilan yang dimiliki oleh para pengrajin ini seakan tertanam dengan kuatnya.

Saat zaman berubah, kemampuan yang dulu bersifat otodidak sekarang dikembangkan seiring dengan peningkatan jumlah peminat dari dalam dan luar daerah bahkan luar negeri. Berbagai Lembaga Pendidikan telah didirikan untuk memberi pelatihan Teknik Mebel, Ukir, dan Desain yang semakin berkembang tanpa meninggalkan ciri khas kekayaan seni lokal daerah itu sendiri. 

Legenda rakyat yang turun temurun tentang pengukir dan pelukis ini telah ada di zaman Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit. 

Lalu, pada pemerintahan Ratu Kalinyamat sekitar tahun 1549. Kesenian ukir berkembang dengan sangat pesat. 
Sementara daerah Belakang Gunung kini bernama Mulyoharjo terdapat sekelompok pengukir yang bertugas untuk melayani kebutuhan ukir keluarga kerajaan.
Semakin hari kelompok ini berkembang menjadi semakin banyak karena desa-desa tetangga mereka pun ikut belajar mengukir. Namun, sepeninggal Ratu Kali Nyamat, perkembangan mereka terhenti dan baru berkembang kemudian di era Kartini.

Peranan Raden Ajeng Kartini dalam pengembangan seni ukir sangat besar. Ia melihat kehidupan para pengrajin ukir yang tidak beranjak dari kemiskinan dan hal ini sangat mengusik batinnya. Ia kemudian memanggil beberapa pengrajin dari dearah Belakang Gunung (Mulyoharjo) untuk bersama-sama membuat ukiran seperti peti jahitan, meja kecil, figura, tempat perhiasan, dan barang cindera mata lainnya, yang kemudian dijual oleh Raden Ajeng Kartini ke Semarang dan Batavia (Jakarta), sehingga akhirnya diketahuilah kualitas karya seni ukir dari Jepara ini. 

Pesanan pun banyak berdatangan dan hasil produksi pengrajin seni ukir Jepara pun bertambah jenisnya. Sementara itu, Raden Ajeng Kartini pun mulai memperkenalkan karya seni ukir Jepara ke luar negeri dengan memberikan berbagai cindera mata kepada teman-temannya disana. Seluruh penjualan barang ini setelah dikurangi oleh biaya produksi, uangnya diserahkan secara utuh kepada para pengrajin yang mana dapat menaikkan taraf hidup mereka yang berkecimpung di bidang ini. 

Salam Pengetahuan dan 
Selamat Memperingati Hari Kartini 2021

https;//indonesia,go,id/ragam/seni/seni/seni-ukir-jepara-berkelas-dunia

nrp #seniukir #jepara #bumikartini
 

Senin, 19 April 2021

12 KLUB EROPA MEMBELOT DARI LIGANYA dan MEMBUAT ESL


Drama sepak bola Eropa akhirnya dimulai. Klub top Eropa mengumumkan kompetisi tandingan yang disebut European Super League (ESL). Meskipun FiFa, UEFA dan konfederasi lain masih menolak.

Isu soal pengumuman European Super League ini sudah memanas sejak Minggu (18/4) malam WIB. Kabarnya klub-klub yang terlibat sudah bersiap membuat pengumuman resmi. Setiap klub Pendiri Super League akan menerima dana komitmen senilai € 350 juta dari sponsor. Dan tidak boleh bergabung kembali ke liga sebelumnya. 

Kini, Senin tanggal 19 jam 6 WIB, akhirnya pengumuman resmi itu diluncurkan. Ada 12 klub yang bersatu membuat kompetisi tandingan di level Eropa.

"12 klub top Eropa hari ini bersatu untuk mengumumkan bahwa mereka telah bersepakat membuat kompetisi tengah pekan, Super League, yang dikelola oleh klub-klub pendiri."

Begitu bunyi potongan pengumuman resmi pihak ESL. Lalu, siapa saja klub-klub pendiri yang dimaksud? Sesuai gosip yang beredar sebelumnya, ada 12 klub dari tiga liga yang sudah bersepakat. 6 perwakilan Premier League, 3 Serie A, dan 3 dari La Liga. Kamu bisa lihat klub apa saja di pict postingan ini! Seharusnya ada 15 tetapi PSG, Munchen dan Dortmund belum setuju.

Konsep Liga Super Eropa yang terdiri dari klub sepak bola dari seluruh Eropa telah dibahas sejak tahun 1990-an. Liga super telah resmi diusulkan untuk dilaksanakan untuk musim 2023-2024. FIFA dan enam konfederasi kontinental, termasuk UEFA, telah menolak pembentukan liga yang memisahkan diri.

Alasan terbentuknya ESL ada yang mengumumkan untuk melawan Korupsi dan ada juga yang bilang untuk memulihkan Ekonomi.

Sc : Wikipedia, bola*net

Selasa, 13 April 2021

Adonara Tengah Terisolir. Roda perekonomian dan akses pendidikan lumpuh total akibat badai seroja .

Adonara Tengah Terisolir. Roda perekonomian dan akses pendidikan lumpuh total akibat badai seroja . 


Kenotan(14/4),Adonara-Flores Timur masih berduka hingga saat ini setelah beberapa minggu lalu diterpa badai seroja(04/04),seperti laporan media yang lain bahwa badai seroja yang memyebabkan banjir bandang dan tanah longsor dipulau adonara beberapa waktu lalu masih menyisahkan tangis hingga saat ini. 

Banyak korban jiwa dan kerusakan yang menelan kerugian hampir ratusan juta. 
Seperti  yang kita ketahui bersama bahwa titik paling parah akibat bencana alam ini terletak dibagian timur adonara yaitu kelurahan waiburak dan waiwerang kota, desa lamanele di kecamatan ile boleng, wilayah Oyangbaran dan sagu. 
Terlepas dari beberapa titik tersebut, nyatanya masih banyak wilayah yang sampai saat ini yang juga sama-sama terdampak bencana tersebut belum diperhatikan secarah baik oleh pemerintah daerah setempat. Salah satunya yaitu kecamatan Adonara Tengah. 

Akibat dari badai seroja itu sendiri, wilayah Adonara Tengah mengalami longsor yang cukup parah dibeberapa titik. Beberapa ruas jalan terlihat putus yang menyebabkan akses masyarakat terputus. 
Melihat letak geografis adonara tengah yang berada diatas bukit, dan berada tepat ditengah bukit meyebabkan wilayah ini terisolir. Roda perekonomian masyarakat menjadi tersendat akibat akses yang menjadi jalur utama untuk keluar dari wilayah tersebut putus. 

Roda ekonomi kami putus total. Hal ini menyebabkan saya dan beberapa Masyarakat yang memiliki warung sembako terpaksa harus menaikkan harga barang, hal ini bukan sengajah namun karena stok barang digudang menipis dan tidak ada akses untuk mengambil barang ditoko. 

Akses kami tertutup oleh banjir  dan longsor 
"pungkas salah satu pemilik warung di desa Kenotan."

Warga terpaksa membuat jembatan darurat dibeberapa titik yang menjadi jalur utama menujuh wilayah Adonara timur dan Adonara Barat untuk bisa membeli barang dari luar. Namun jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. 

Pemerintah dan anggota DPRD seharusnya lebih cepat mengatasi masalah ini. Karena ini adalah jalur satu-satunya yang menjadi pendukung utama pergerakan roda ekonomi kami.disamping itu kami makin kewalahan mendapatkan hak kami sebagai pelajar akibat penerapan sekolah dengan sistem jarak jauh yang akan mendapat kunjungan dari guru. Ungkap camil, salah satu siswa SMAN 1 ADONARA BARAT. 

Disamping mengakibatkan macetnya roda ekonomi, longsor juga menyebabkan beberapa kerusakan perkebunan masyarakat  yang membuat masyarakat adonara tengah makin parah.(edo) 

#prayforadonara 
#bencanaalamadonara
#badaiseroja

Sabtu, 03 April 2021

AKTOR KOTOR



AKTOR KOTOR
______

Aku adalah aktor paling kotor
Dipungut dari rahim wanita hebat untuk berperan menjadi sampah masyarakat

Ya, akulah si anjing itu
Salah satu pemeran utama dari serial drama paling bejat berjudul kehidupan
Namun akupun memiliki peran sampingan; untuk menjadi alas kaki nyonya-nyonya dan tuan-tuan .
Bagaimana bakatku hebat bukan?

Layaknya seorang aktor pada umumnya
Akupun memiliki satu penonton setia
Yang ikut andil saat menjeratku kedalam serial bejat berjudul kehidupan ini
Namun setelahnya, ia segera cuci tangan bersih-bersih;

Dan memilih menjadi penonton setia saja
Bukan membimbingku sebagai seorang sutradara
Ah.. begitu malang peran si anjing bernama "aku" ini 
Apakah kau juga ikut merasakannya atau malah ikut tertawa melihat keterpurukannya? 
Ayah?

OLDTOY
#EDo 
#MN. 

Jumat, 02 April 2021

HIHIHI, 'TERORIS' SEKARANG MAKIN BAIK, BUKAN CUMA BERWASIAT TAPI JUGA WARISKAN INSTAGRAM

HIHIHI, 'TERORIS' SEKARANG MAKIN BAIK, BUKAN CUMA BERWASIAT TAPI JUGA WARISKAN INSTAGRAM

Versi Polisi, Orang yang ditembak mati di Mabes Polri berjenis kelamin perempuan berusia 25 tahun, berinisial ZA, pada Rabu (31/03) sore. Meskipun pelaku wanita, gelarnya bukan Almarhumah. Wanita yang ditembak mati ini oleh Polisi digelari  'lone wolf', berideologi ISIS. Begitu, katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu. 

"Yang bersangkutan adalah tersangka atau pelaku 'lone wolf' yang berideologi radikal ISIS," kata Kapolri.

Uniknya, orang - yang ditembak mati - ini langsung diketahui berinisial ZA, 25 tahun, asal Ciracas, Jakarta Timur. KTP orang ini langsung ditemukan.

Bukan hanya meninggalkan KTP, seperti cerita klasik tentang teroris sebelumnya, Pelaku juga meninggalkan Surat Wasiat. Bahkan, orang yang ditembak mati ini lebih baik, sempat membuat Instagram yang baru dibuat atau diposting sekitar 21 jam lalu.

Jadi, lengkap sudah kebaikan orang ini. Meninggalkan KTP, bikin wasiat, dan wariskan Instagram. Sehingga, memudahkan polisi untuk merangkai 'Cerita' tentang kejadian.

Berdasarkan unggahan Instagram, langsung dikaitkan dengan ISIS dan langsung narasi ideologi radikal menjadi menu utama pemberitaan. Dari Instagram, juga langsung dikaitkan dengan Jihad.

Padahal, sekali lagi semua narasi cerita ini hanya bersumber sepihak dari kepolisian tanpa ada pembanding, dan tanpa ada dasar logika untuk menguatkan atau membenarkannya, disebabkan orang yang ditembak mati, yang kemudian disebut terduga pelaku teroris, tak sempat dimintai keterangan dan/atau klarifikasi.

Karena itu, publik perlu mempertanyakan sejumlah muskilah sebagai berikut :

Pertama, tentang sistem keamanan di Mabes Polri. Sebegitu lemah kah sistem keamanan dan deteksi dini, sebagai upaya pencegahan akan adanya potensi kejahatan di Mabes Polri ?

Tidak adakah, pemeriksaan pengunjung sejak sebelum masuk area Mabes, yang biasanya wajib lolos Metal Detektor dan sesuai Protap wajib meninggalkan KTP. Kenapa, KTP ditemukan pasca kejadian, bukan diperoleh sebelum orang yang ditembak mati ini memasuki area Mabes? 

Peristiwa ini bukan menggambarkan besarnya ancaman kejahatan kepada Mabes Polri, tapi mengkonfirmasi kecerobohan pengamanan Mabes Polri sehingga hal yang mustahil terjadi bisa terjadi. Apalagi, serangan yang diklaim dilakukan dengan 6 kali tembakan hanya dilakukan oleh seorang wanita, sendirian.

Kedua, Polisi diberikan wewenang memegang senjata dan menggunakannya untuk tujuan melumpuhkan, dan membawanya ke pengadilan. Bukan untuk membunuh, dan mengirimnya ke kuburan.

Sebab, mayat tak bisa di interogasi, tak bisa di BAP, tak bisa dituntut dimuka pengadilan. Padahal, polisi itu penegak hukum, bukan mesin pembunuh.

Tujuan pelumpuhan, adalah agar pelaku masih bisa di BAP dan dihadapkan di muka persidangan. Karena itu, tindakan tembak mati oleh polisi bertentangan dengan prosedur dan wewenang kepolisian.

Jika dianggap Noodweer (pembelaan terpaksa/darurat), serangan seorang perempuan tak bisa diambil tindakan pembelaan dengan menembak mati. Belum lagi, kepolisian punya kemampuan menembak di area yang melumpuhkan, bukan menembak di area yang mematikan.

Ketiga, semua cerita tentang Surat Wasiat, KTP, hingga Instagram hanya versi kepolisian, belum dikonfirmasi dengan pelaku karena pelaku langsung ditembak mati. Adapun terkait apa yang ditemukan polisi, ilustrasi sederhananya : *Wasiat bisa ditulis siapapun dan dinisbatkan kepada siapapun, Instagram bisa dibuat oleh siapapun dan dinisbatkan kepada siapapun dan KTP bisa dibuat oleh siapapun dan dinisbatkan kepada siapapun.*

Karena itu, semua cerita yang dikabarkan tidak memiliki otoritas dan otentitas sebagai cerita sahih yang berasal dari sumber yang kredibel, yakni pelaku. Sebab, pelakunya ditembak mati.

Keempat, dan inilah yang biasa dijadikan farming. Semua diarahkan pada isu radikalisme, dan yang dimaksud radikal adalah Islam(disini saya sebagai katolik tapi tidak sedang berpihak pada islam. Hanya saja, narasi radikal dll seolah menjadi bumbu utama yang makin hari makin membusuk/kehilangan aroma asli) . Karena, narasi radikalisme selalu dibumbui dengan atribut Islam seperti berkerudung, bercadar, jihad, gerakan Islam, simbol bendera Islam, dan ujungnya selalu digunakan untuk mendeskreditkan umat Islam.

Semua parade terorisme selalu memiliki pola dan narasi yang sama, dari cerita sebelumnya hingga cerita ini, dan cerita yang akan ada selanjutnya. Persis narasi Global War On Terorism yang digembar-gemborkan oleh Amerika sejak peristiwa 911. War On Terorism yang bermetamorfosis menjadi War On Radicalsm hakekatnya adalah War On Islam. [].

#AK
#EDo 

Senin, 29 Maret 2021

PENDIDIKAN COPAS



Tolong uraikan benang kusut ajaran pendidikan Model zaman batu
Dulu itu,ya itu.
Sekarang pun dibegitu
Mundur - maju berputar di situ

Materi soal didiktekan
Lembar jawaban diberikan
Itu permainan tebak - tebakan
Hasilnya permanen mental jiplak - jiplakan

Katanya, pendidikan dan ajaran demi masa depan
Kenapa sikap mental dan perbuatan asal bapak - ibu guru dan murid senang cari gampang justru dipertahankan?

Orang - orang senang yang gampang
Meraih masa depan, cukup di angan - angan
Apakah uraiannya pun cukup di angan - angan?
Pencangan 2040 Indonesia negara maju terpandang
Juga sebatas angan - angan?

Tengah malam orang buta bertanya "Jam berapa?"
"Jam dua belas" Jawabnya
Tak usah pakai keterangan siang atau malamnya
Sama saja,sarjana diluluskan dan Mereka hanya teriak menuntut pekerjaan dari pemerintah. 

Bajingan.!

Kita Dididik seolah hanya untuk lulus dan mendapat ijazah. 
Makan maunya disuap. 

#EK.