Postingan Populer

Selasa, 04 Mei 2021

SURATAN IBU UNTUK SITI_

SURATAN IBU_

Nak, mamamu ini dulu seperti gila; banyak sibuk mengurus diri orang lain, merasa bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan dari dusun sampai ke negara, tapi lupa berusaha tuk kejayaan diri sendiri. 
Akibatnya dapat kau lihat, kita sekarang melarat tak punya apa-apa selain remah-remah harga diri yang hampir punah. 

Nak, mamamu ini dulu seperti bodoh; memberi diri untuk membenahi hidup orang lain hingga mengambil keputusan untuk menyelamatkan mereka, namun malah menempatkan diri sendiri dalam neraka perkara. 
Akibatnya kau rasa sendiri, kita harus melunta-lunta di jalanan, bersembunyi dari kejaran tuntutan denda dan pidana lain. 

Nak, mamamu ini dulu seperti mati; memperjuangkan kebahagiaan bagi hati manusia lain, namun sering tak mau memperjuangkan rasa sendiri. 
Akibatnya kau tahu sendiri, mamamu tak punya sandaran untuk berteduh dari rasa sakit. 

Ah anakku, kelak jika kau sudah besar janganlah jadi seperti mamamu.
Tak usah kau menjadi gila dengan menuntut kemanusiaan dan nurani para pejabat, jangan pula kau menjadi bodoh dengan memperjuangkan keadilan untuk rakyat kecil, dan sekali-kali janganlah pernah kau abaikan rasamu demi kenyamanan orang lain yang bahkan tak pernah memikirkanmu. Karena kau tahu dengan baik, tiap diri berusaha dan bekerja untuk diri mereka sendiri dan kau harus juga demikian. Jadilah egois dan berhenti menjadi malaikat untuk orang lain, sebab kau tahu kita manusia bukan Tuhan. 
 
Sekali lagi nak,  besok-besok jangan pernah kau jadi seperti mamamu ini, yang mau kehilangan tempat tinggal demi memberi rumah bagi mereka yang tersesat, tapi mamamu ini lupa bahwa mereka yang dia tampung ternyata para jahanam berwajah domba yang datang untuk jadi penghancur kota. 
Akh, bukankah mamamu ini begitu bodoh dan naif? Jadi mari anakku, duduklah di sini dan dengarkan dengan baik, pahamilah dengan hati serta otakmu agar kau tak juga tenggelam seperti mamamu ini. 

Begini;
Nanti kau harus tinggal di rumah yang beratap tembok, agar panas dan jahanamnya dunia tak mengusik isi kepalamu. Kau harus berbaring di ranjang empuk berbahan besi, supaya ribut dan bisingnya ketidakadilan tidak mengganggu tidur panjangmu. 
Kau hanya perlu melakukan satu hal anakku, persiapkan diri dan senjata pertahananmu dengan sebaik-baiknya, sebab kau tahu hidup di bawah matahari tidaklah gampang dan tidaklah mudah. Orang-orang saling membunuh agar tidak kelaparan, manusia kehilangan kemanusiaan mereka supaya bisa beroleh harta dan tahta serta martabat.  Kau tahu yang lebih tragis nak? Di mana-mana keperawanan diperjualbelikan, di sana-sini keperjakaan tak lagi dipertanyakan, sebab semua telah menjadi buta dan tuli, memilih kehilangan harga diri demi mendapat kepuasan diri. 

Sekian untukmu anakku, jangan lupa;
"Jadilah manusia yang tidak memberontak pada dunia, sebab sekali lagi kau tahu dengan baik bahwa kita ini manusia bukan Tuhan. "


Salam untuk semua mamak yang ada di rumah kalian.

#Grasiani. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar