Di luar
hujan masih turun dengan nakalnya
berhamburan
seperti manik-manik kalung putus
Di dalam kamar
Dia menjahit kancing baju yang terlepas
diremas tangan-tangan beringas
yang buru-buru ingin mendaki buah dada
Dada ini, Nak
menjadi telaga bagi jiwa-jiwa kehausan
haus kasih sayang, haus kenikmatan, dan haus belaian
penghangat bagi mereka yang kesepian
Dada ini
tak pernah dan tak boleh lelah memancarkan kenikmatan
setiap malam, kecuali tanggal merah
sebab di tanggal merah, mereka merayakan kesepiannya bersama keluarga
dengan meriah
Di rumah
anak lelakinya menunggu
air liurnya menetes
membayangkan sebungkus nasi padang dan sebotol susu
Bersabarlah, Nak
Ibu masih harus membuka dada
untuk satu pelanggan lagi
agar kuali nasi kita terisi
dan kita tak lekas mati
***
#edo
#KP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar