Mesin Keruk Untuk Tuan kemaruk
Amsu ValLentino.
di bumi subur makmur
tumbuh ladang tempur
buncah sesama darah
sedang mesin keruk
suapi para tuan kemaruk
mabuk di atas tunggangan
angkuhnya kekuasaan
lalu gaya berwisata
di pesta-pesta kota
ke mancanegara
para tuan bersembunyi
kampung bising desing
dan kering kerontang
hingga tunas-tunas bangun
berlari hunuskan duri runcing
menggedor pinta keadilan
atas panjang kemiskinan
atas hampar kehilangan
atas gelimpang kematian
tak tampak dalam hitungan
kalkulator belasungkawa
di alam pikiran merdeka
maka jangan kokang senjata
ketika para tunas bertanya
hak-hak jiwa raganya
tunas itu rimbun harum bangsa
berwarna bunga berbeda-beda
maka jangan kokang senjata
peluk dan cium saja(as)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar