Postingan Populer

Jumat, 01 Mei 2020

Demokrasi Dan Tuntutan Alay Mahasiswa

Oleh:Amsu ValLentino.  



Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri. kemahasiswaan, berasal dari sub kata mahasiswa. sedangkan mahasiswa terbagi lagi menjadi dua suku kata yaitu maha dan siswa.

maha artinya “ter” dan siswa artinya “pelajar” jadi secara pengertian mahasiswa artinya terpelajar. maksudnya bahwa seorang mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang yang ia pelajari tapi juga mengaplikasikan serta mampu menginovasi dan berkreatifitas tinggi dalam bidang tersebut


Bicara tentang Mahasiswa berarti tidak terlepas dari Demokrasi. 

Bahwa Mahasiswa  sendiri tidak hanya semata mata belajar di kampus.

Berorganisasi, Demonstrasi adalah aksi yang biasanya jadi tempat belajar sekaligus sebagai 

respon baik atas sebuah problem yang paling sering dan tak akan bisa hilang dari kaum terdidik. 


Masa keemasan Mahasiswa itu pernah dan sering terjadi di negeri ini.peristiwa gerakan mahasiswa 1998 untuk menurunkan Presiden RI "Soeharto" adalah satu dari sekian kesuksesan Mahasiswa dalam menyalurkan aspirasi rakyat. 


Belakangan ini, kegiatan serupa juga sering dilakukan Mahasiswa. 

Menuntut dan terus menuntut atas ketidakadilan dan ketidakstabilan suatu sistem,kebijakan atau gerakan pemerintah dan instansi yang menyeleweng. 


Namun, sangat disayangkan. 

Memang beda dengan aksi-aksi mahasiswa tahun 90-an. 

Mahasiswa sekarang lebih banyak menuntut, setelah itu kembali tanpa hasil atas suara tuntutan mereka. 


Bahkan bisa juga dibilang alay. 

Banyak sekali Tuntutan aneh sering dilayangkan dan disuarakan mahasiswa kepada Pemerintahan dan instansi di negeri ini. 

Sebut saja beberapa gerakan mahasiswa atas tuntutan penghapusan dan pembebasan tugas akhir mahasiswa yang dianggap sebagai sebuah tindakan penindasan terhadap mahasiswa. 

Pertama kali mendengar dan membaca sebuah tulisan tuntutan di karton putih yang dibawa mahasiswa, saya jadi senyum sendiri. 

Ko bisa ya, seorang Mahasiswa menganggap tugas akhir adalah sebuah bentuk penindasan. 

Yang tidak lain kampus sebagai pelaku utamanya. 


Mahasiswa tapi bebas tugas. 

Sukses tapi tanpa cobaan. 

Saya berani mengatakan bahwa ini adalah mahasiswa mental instan terparah di planet bumi yang pernah saya kenal. 

Bayangin ajah Mahasiswa tanpa tugas. 

Mau-nya datang ke kampus, belajar, teriakin aspirasi rakyat lalu wisuda. 

Aneh tapi nyata. 

Benar-benar miris tuntutan ini, bahkan dibilang alay. 


Dan masih banyak suara aneh lain yang terlontar dan tertulis dibalik karton kaum terpelajar kepada kaum pemerintah .

Sebut saja beberapa tulisan di karton putih yang dibawa mahasiswa,

1.Tuntutan atas sikap guru yang dianggap kurang    baik.

2.Mewajibkan Guru sebagai pendidik agar benar -benar mendidik sehingga menghasilkan agen baru yang berkualitas tinggi. 

3.Tuntutan atas penindasan kaum hawa. 


Anehnya Ketika tuntutan dilayangkan dan penuntut sendiri sebagai perusak ajaran yang diberikan pendidik. 

Dan satu hal lagi, 

Tuntutan atas penindasan. 

Tanpa disadari mereka sedang berjuang hal aneh meskipun tau sedang ditindas (Sebut saja pacaran anak jaman "now" dengan istilah orang ketiga)

Itu adalah penindasan dan mereka memilih bertahan. 



Mungkin masih banyak keanehan lain yang belum tereksplor oleh indra-indra kurang waras saya. 

Sekian! 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar