Postingan Populer

Selasa, 20 April 2021

JEPARA BUMI KARTINI

 
Jepara, kota di pesisir utara Provinsi Jawa Tengah. Dengarkanlah beragam bunyi khas yang terdengar dari rumah-rumah di kota ini.

Suara ketukan palu yang keras dan lembut saling bersahut-sahutan dari para pemahat yang tengah berkerja membentuk bermacam karya seni ukir dari lempengan dan bongkahan kayu.

Sejak abad ke-19, Jepara telah dikenal luas sebagai daerah yang memproduksi mebel dan ukiran yang terkenal di Indonesia. Terbukti dengan adanya penghargaan dari beberapa kalangan baik dalam dan luar negeri dan menyatakan Jepara sebagai sebuah kawasan terpadu penghasil mebel dan ukiran.

Di kota Jepara, kegiatan mengukir dan memahat untuk menghasilkan mebel dan karya seni ukiran telah menjadi bagian dari budaya, seni, ekonomi, sosial dan politik yang telah lama terbentuk dan sulit untuk dipisahkan.

Mebel dan ukir Jepara memiliki sejarah yang cukup panjang, karena kemampuan bertukang dan mengukir diturunkan dari generasi ke generasi. 

Kebiasaan ini pun seakan terasah dan berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju, namun jiwa seni dan ketrampilan yang dimiliki oleh para pengrajin ini seakan tertanam dengan kuatnya.

Saat zaman berubah, kemampuan yang dulu bersifat otodidak sekarang dikembangkan seiring dengan peningkatan jumlah peminat dari dalam dan luar daerah bahkan luar negeri. Berbagai Lembaga Pendidikan telah didirikan untuk memberi pelatihan Teknik Mebel, Ukir, dan Desain yang semakin berkembang tanpa meninggalkan ciri khas kekayaan seni lokal daerah itu sendiri. 

Legenda rakyat yang turun temurun tentang pengukir dan pelukis ini telah ada di zaman Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit. 

Lalu, pada pemerintahan Ratu Kalinyamat sekitar tahun 1549. Kesenian ukir berkembang dengan sangat pesat. 
Sementara daerah Belakang Gunung kini bernama Mulyoharjo terdapat sekelompok pengukir yang bertugas untuk melayani kebutuhan ukir keluarga kerajaan.
Semakin hari kelompok ini berkembang menjadi semakin banyak karena desa-desa tetangga mereka pun ikut belajar mengukir. Namun, sepeninggal Ratu Kali Nyamat, perkembangan mereka terhenti dan baru berkembang kemudian di era Kartini.

Peranan Raden Ajeng Kartini dalam pengembangan seni ukir sangat besar. Ia melihat kehidupan para pengrajin ukir yang tidak beranjak dari kemiskinan dan hal ini sangat mengusik batinnya. Ia kemudian memanggil beberapa pengrajin dari dearah Belakang Gunung (Mulyoharjo) untuk bersama-sama membuat ukiran seperti peti jahitan, meja kecil, figura, tempat perhiasan, dan barang cindera mata lainnya, yang kemudian dijual oleh Raden Ajeng Kartini ke Semarang dan Batavia (Jakarta), sehingga akhirnya diketahuilah kualitas karya seni ukir dari Jepara ini. 

Pesanan pun banyak berdatangan dan hasil produksi pengrajin seni ukir Jepara pun bertambah jenisnya. Sementara itu, Raden Ajeng Kartini pun mulai memperkenalkan karya seni ukir Jepara ke luar negeri dengan memberikan berbagai cindera mata kepada teman-temannya disana. Seluruh penjualan barang ini setelah dikurangi oleh biaya produksi, uangnya diserahkan secara utuh kepada para pengrajin yang mana dapat menaikkan taraf hidup mereka yang berkecimpung di bidang ini. 

Salam Pengetahuan dan 
Selamat Memperingati Hari Kartini 2021

https;//indonesia,go,id/ragam/seni/seni/seni-ukir-jepara-berkelas-dunia

nrp #seniukir #jepara #bumikartini
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar