Postingan Populer

Kamis, 27 Mei 2021

"SOSMED".LADANG AMAL DAN DOSA JARIYAH


Jika kelak kamu tiada, apa yang kamu tinggalkan di sosial media?
.
Coba scroll kembali sosmedmu. Sejauh ini hal apa saja yang kamu posting di sana? Foto selfi?  Joget tiktok? Curhatan kegalauan? Pamer aurat? Menyombongkan kemewahan?
.
Pernah terpikir jika suatu saat kamu tiada, postingan itu akan tetap ada. Bisa dilihat kembali oleh banyak mata?
.
Sosial media bisa menjadi ladang amal jariyah jika postingannya disortir dengan baik & hanya posting hal bermanfaat.
.
Sebaliknya, bisa menjadi dosa jariyah yang tak putus jika segala keburukan & maksiat disposting terus.
.
Sosial media memang bukan cerminan kehidupan atau kepribadian seseorang. Karena apa yang terposting tak bisa dijadikan bahan penilaian.
.
Tapi minimal, apa yang akan kita tinggalkan kelak tak menjadi penyebab hisab keburukan di akhirat. Jika di kehidupan nyata kita merasa sebagai manusia yang banyak dosa.
.
Maka di sosial media kita bisa memotivasi diri untuk memperbaiki diri lebih baik lagi. Kelak ketika membuka kembali postingan2 kebaikan itu, kita akan malu jika tak lebih baik dari itu.
.
Yuk mulai sekarang, kita sortir lagi postingan kita. Tulisan yang memotivasi, foto yang menginspirasi, video yang bisa dijadikan bahan diskusi, segala kebaikan yang kelak kembali ke diri sendiri. :')

Coba scroll lagi sosial mediamu, sudahkah kamu meninggalkan hal-hal baik & bermanfaat di sana?_(Edo)

🪶🪶 ☕☕ 🪶🪶

Senin, 10 Mei 2021

JALAN MASIH TERTIMBUN MATERIAL LONGSOR. MASYARAKAT LEWOPULO BUTUH PERHATIAN DARI PEMERINTAH.


Jakarta(11/05),Setelah sebulan lebih tertimpa bencana seroja dan longsor,hingga saat ini masi banyak wilayah yang belum tersentuh secarah langsung oleh pemerintah daerah. 

Dibeberapa wilayah Kec. Adonara Tengah, seperti Lewopulo,hingga saat ini masi mengalami kendala yang urgen. 
Ruas jalan yang menjadi jalur utama untuk dilalui kendaraan sampai hari ini masi tertimbun material longsor seperti tanah dan batu dengan ukuran cukup besar. 

Beradasarkan informasi yang beredar di grup Facebook Berita  Flotim Terkini sesuai postingan akun YoHanes Tapowollo memperlihatkan beberapa gambar keadaan jalan yang masih tertimbun material longsor. 
 
Dari hasil wawancara dengan akun terkait via chat, Yohanes Tapowollo juga menegaskan bahwa sampai saat ini masih belum ada perhatian dari pemerintah daerah setempat. 
Untuk ruas jalan yang rusak berada tepat daerah jembatan menujuh daerah Lewopulo. 

"kami harus terpaksa putar melewati jalur daerah bidara untuk bisa keluar dari kampung kami apabila harus menggunakan mobil atau trek. Bahkan untuk menggunakan kendaraan roda dua sekalipun, kami masi sangat kesulitan karena hampir seluruh badan jalan tertutup material longsor. "pungkas Bapa YoHanes Tapowollol."

Beliau juga berharap agar pemerintah bisa memperhatikan lokasi yang ada agar bisa mempermuda mereka dalam proses akses menuju wilayah lain dan perkebunan mereka. (edo) 

Minggu, 09 Mei 2021

AKU PIKIR AKU JATUH CINTA PADANYA(?)


Aku pikir aku jatuh cinta padanya." "Kenapa?""Karena dia membuatku merasa nyaman dan aman.""Kamu tidak sedang jatuh cinta." “Kenapa bilang begitu?” “Karena sebenarnya kamu membutuhkannya, bukan mencintainya.”“Butuh” dan “Cinta” itu berbeda.
Setiap kita sebagai manusia punya yang namanya kebutuhan yang harus dipenuhi, selain makan minum dan bernapas. Abraham Maslow pernah membuat sebuah hierarki kebutuhan hidup, dari yang paling mendasar hingga yang paling tinggi. Mulai dari kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, harga diri, dan aktualisasi diri. Lucunya, rasa cinta ditempatkan ditengah-tengah, sebelum harga diri dan setelah rasa aman.Manusia butuh merasa aman terlebih dahulu sebelum mengenal cinta dan tidak perlu harga diri untuk mulai merasakan cinta. Setidaknya itu menurut Maslow.Jadi, cinta itu suatu kebutuhan? Jawabannya, ya. Berarti cinta bisa memenuhi kebutuhan kita? Jawabannya, tidak selalu.Seorang Rabi, Abraham Twerski juga pernah bercerita tentang seorang pria yang tengah memakan ikan. Kemudian pria itu ditanya,"Kenapa kamu makan ikan itu? ”"Karena aku cinta ikan"“Oh, kamu cinta ikannya. Itulah kenapa kamu mengeluarkannya dari air untuk  membunuhnya dan merebusnya? Jangan bilang kamu cinta ikan, kamu cinta dirimu sendiri. Karena ikan itu enak untukmu, oleh karena itu, kamu mengeluarkannya dari air dan membunuhnya dan merebusnya. "Banyak orang salahpaham dengan arti cinta layaknya kecintaan si pria dengan ikan, namanya fishlove. Dan banyak sekali kasus fishlove disekitar kita.“Kirain cinta, ternyata butuh.”Banyak orang bertahan dengan seseorang karena mendapatkan sesuatu yang diperlukan darinya. Pun sebaliknya,banyak orang meninggalkan seseorang karena tidak(lagi)mendapatkan sesuatu yang diperlu darinya.Kita semua menyayangi diri kita sendiri. Kita akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan, termasuk 5 kebutuhan Maslow tadi. Jika kita menemukan seseorang yang bisa membuat kita ‘nyaman, aman, bahagia’ , well I think it might be just fishlove, not true love. Karena, pada dasarnya kita hanya sedang memenuhi kebutuhan untuk merasa ‘nyaman, aman, bahagia’ yang kebetulan sedang diakomodasi oleh seseorang.Lalu "sebenarnya cinta" itu bagaimana?Cinta yang sebenarnya adalah saat kita bertemu dengan seseorang yang tepat, kita akan menginvestasikan sebagian dari diri kita pada orang itu,entah itu waktu, tenaga, perhatian, kasih sayang,dsb.Kita akan berusaha memenuhi ‘kebutuhan Maslow’ nya dia seolah itu adalah kebutuhan kita sendiri,seolah apapun yang kita investasikan untuk dia adalah apa yang sedang kita investasikan untuk diri kita sendiri.Pikiran kita hanya ‘memberi’ tanpa ada harapan ‘balas budi’. Pikiran kita akan selalu berkata: ada sesuatu hal lain yang harus aku lakukan selain merawat dan memenuhi kebutuhanku. Ada seseorang yang harus kujaga dan kucintai. Seseorang yang bukan diriku, tetapi diriku juga.Singkatnya -Cinta bukanlah tentang memberi dan menerima, ini tentang perasaan saat kamu memberi. 
#dams

Jumat, 07 Mei 2021

ADA PUISI DALAM CELANAMU


aku telah mendengar satu sabda
Entah dari seorang perjaka 
Atau yang sudah berumahtangga
Memenuhi tanya seisi kepala

~Sebrengsek-brengsek lelaki,
Ia akan tetap memilih perempuan suci Sebagai ibu dari anak-anaknya!

Aku tak tahu apakah ini puisi 
Diksi-diksi mati di sangsi
Disangrai dari dinding-dinding hati
Lalu menjadi pepatah paling elegi 

Sementara ia sedang menikmati tubuh
Sedang aku terpaku satu butuh
Semuanya menjadi semaunya
Terakar dari geli yang terbakar

Lalu perlahan menuju celana boxer
Katanya itulah cinta
Tinta dari puisi-puisi tertulis
Sebelum rapi pada kertas putih

Aku tak ingin mencintaimu dengan cara ini!
Ini tabu yang mestinya tidak terjadi
Yang akhirnya hanya mendatangkan parit-parit penyakit di otak kiri.
Seperti domba persembahan yang mati dikebiri?

Bukankah katamu aku harus suci?
Bukankah katamu aku mesti menjadi bersih?
Sebelum kita tuntas diberkati
Aku tak ingin kau kawini!

~apakah kau tak perawan?

Berapa dolar yang kau miliki menguasai tubuhku?
Berapa keberanian yang kau miliki menghakimi kodratku?
Apakah dengan bertanya perihal rapat v*ginaku?
Atau sesal setelah tahu longgar rahimku?
Katamu kau mencintaiku?
Ternyata hanya pengecut yang sedang melindungi diri.

Isi celanamu bukan cinta
Ia hanya seonggok daging hitam legam
Busuk pada hari kematian
Yang akan kutaburi garam
Dengan sedikit melati dari bising-bising suara hati
Mekar pada kekuatan, aku menghantarmu pada peristirahatan terakhir.

Ada puisi pada celanamu
Telah basi.

#i

Kamis, 06 Mei 2021

Langit Buitenzorg(Surat untuk Siti part 3)


Mungkin hanya sebatas khayal
Ketika aku lebih memilih alam bebas sebagai pencapaian 
Dari pada ruang ternyaman 
Yang justru memenjarakan imajiku 
Hingga penaku hanya menulis sebuah keterpaksaan

Mungkin hanya mimpi
Ketika aku ingin memandang langit malam kobersamamu di sini
Bicara tentang hal yang sulit kita pahami
Tapi tidak membuat kita pergi

Mungkin semua imajinasiku
Hanya sampai di kepalaku saja 
Karena kau, lebih dulu berpikir tentang kecewa
Sebelum satu bahagiapun nyata tercipta

Bolehkah, imajiku lebih berkuasa sekarang?
Setidaknya agar dia sedikit tenang
Menumpahkan tintanya pada secarik kertas 
Bebas dan tanpa batas
_____
Amsu ValLentino 

Selasa, 04 Mei 2021

SURATAN IBU UNTUK SITI_

SURATAN IBU_

Nak, mamamu ini dulu seperti gila; banyak sibuk mengurus diri orang lain, merasa bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan dari dusun sampai ke negara, tapi lupa berusaha tuk kejayaan diri sendiri. 
Akibatnya dapat kau lihat, kita sekarang melarat tak punya apa-apa selain remah-remah harga diri yang hampir punah. 

Nak, mamamu ini dulu seperti bodoh; memberi diri untuk membenahi hidup orang lain hingga mengambil keputusan untuk menyelamatkan mereka, namun malah menempatkan diri sendiri dalam neraka perkara. 
Akibatnya kau rasa sendiri, kita harus melunta-lunta di jalanan, bersembunyi dari kejaran tuntutan denda dan pidana lain. 

Nak, mamamu ini dulu seperti mati; memperjuangkan kebahagiaan bagi hati manusia lain, namun sering tak mau memperjuangkan rasa sendiri. 
Akibatnya kau tahu sendiri, mamamu tak punya sandaran untuk berteduh dari rasa sakit. 

Ah anakku, kelak jika kau sudah besar janganlah jadi seperti mamamu.
Tak usah kau menjadi gila dengan menuntut kemanusiaan dan nurani para pejabat, jangan pula kau menjadi bodoh dengan memperjuangkan keadilan untuk rakyat kecil, dan sekali-kali janganlah pernah kau abaikan rasamu demi kenyamanan orang lain yang bahkan tak pernah memikirkanmu. Karena kau tahu dengan baik, tiap diri berusaha dan bekerja untuk diri mereka sendiri dan kau harus juga demikian. Jadilah egois dan berhenti menjadi malaikat untuk orang lain, sebab kau tahu kita manusia bukan Tuhan. 
 
Sekali lagi nak,  besok-besok jangan pernah kau jadi seperti mamamu ini, yang mau kehilangan tempat tinggal demi memberi rumah bagi mereka yang tersesat, tapi mamamu ini lupa bahwa mereka yang dia tampung ternyata para jahanam berwajah domba yang datang untuk jadi penghancur kota. 
Akh, bukankah mamamu ini begitu bodoh dan naif? Jadi mari anakku, duduklah di sini dan dengarkan dengan baik, pahamilah dengan hati serta otakmu agar kau tak juga tenggelam seperti mamamu ini. 

Begini;
Nanti kau harus tinggal di rumah yang beratap tembok, agar panas dan jahanamnya dunia tak mengusik isi kepalamu. Kau harus berbaring di ranjang empuk berbahan besi, supaya ribut dan bisingnya ketidakadilan tidak mengganggu tidur panjangmu. 
Kau hanya perlu melakukan satu hal anakku, persiapkan diri dan senjata pertahananmu dengan sebaik-baiknya, sebab kau tahu hidup di bawah matahari tidaklah gampang dan tidaklah mudah. Orang-orang saling membunuh agar tidak kelaparan, manusia kehilangan kemanusiaan mereka supaya bisa beroleh harta dan tahta serta martabat.  Kau tahu yang lebih tragis nak? Di mana-mana keperawanan diperjualbelikan, di sana-sini keperjakaan tak lagi dipertanyakan, sebab semua telah menjadi buta dan tuli, memilih kehilangan harga diri demi mendapat kepuasan diri. 

Sekian untukmu anakku, jangan lupa;
"Jadilah manusia yang tidak memberontak pada dunia, sebab sekali lagi kau tahu dengan baik bahwa kita ini manusia bukan Tuhan. "


Salam untuk semua mamak yang ada di rumah kalian.

#Grasiani. 

Sabtu, 01 Mei 2021

Kenanglah Sajak Kerinduan Ini Bu!


Aku bukan serdadu yang mendadu
Tak sudi hidup membaui batu-batu
Sekalipun hidungku di atas sepatu
Desahku tertahan berwaktu-waktu
Tak sudi menghamba para bandit itu
Sekali-kali tidak meski kau merayu!

Tapi aku merasa gemetar sejak fajar
Nadi-nadiku serasa tak mau akur
Bukan maut yang buatku gemetar
Ah, aku tak peduli bedil yang berjejer
Apalagi tiang maut yang bertengger

Hanya saja aku khawatir
Akankah ada pejuang mengular?
Setidaknya sesudah aku terkapar, 
Penuh memar juga luka bakar...

Hukuman mati itu tentu wajar
Aku mati sebagai yang kurang ajar
Setidaknya bagi mereka yang kuhajar
Sedang bagi kaum di pinggir cangkir
Akulah fajar yang luluhkan getir-getir

Hanya saja ada yang menjanggal
Kalau ajal ini sudah bertanggal
Akankah semua tertinggal?

Ah, bu
Luka lama kini sembuh di balik batu
Mati itu istirahat tanpa lalu lalang peluru

Jangan khawatir...

#GB