Postingan Populer

Selasa, 03 Maret 2020

INDIVIDUALISME, LIBERALISME, KAPITALISME, FEODALISME, IMPERIALISME, KOLONIALISME. NATURALISME MAKRO ATOMISME

Individualisme, Liberalisme, Kapitalisme, Feodalisme, Imperialisme, Kolonialisme, Faham yang disebut “Naturalisme makro atomisme”, yaitu suatu faham yang menghamba kepada alam, khususnya makro atom, atau atom/benda-benda yang besar-besar, yang beredar di jagad raya, seperti planet Bumi, Bulan, Matahari, dan Mars, serta planet-planet besar lainnya. Filosofi epistemologis tersebut adalah berasal dari hasil olah fikir seorang filsuf dan pujangga purba dari Yunani bernama Aneximandros yang mengulang teori lama, yang hidup dan meninggal sekitar abad ketiga sebelum masehi. Ringkasnya, Aneximandros dengan mengamati benda-benda besar (makro atom) yang bertebaran di angkasa ciptaan dan kreasi Tuhan tersebut, kemudian menyimpulkan bahwa “hakikat kehidupan secara sendiri-sendiri, individu-individu seperti halnya bulan, bumi, matahari, dan planet-planet lain yang beredar pada garis edarnya masing-masing itu ternyata aman tidak pernah terjadi benturan antara satu dengan yang lain” disebut Individualis. INDIVIDUALISME, LIBERALISME, KAPITALISME, FEODALISME, IMPERIALISME, KOLONIALISME. NATURALISME MAKRO ATOMISME

Individualisme, Liberalisme, Kapitalisme, Feodalisme, Imperialisme, Kolonialisme, Faham yang disebut “Naturalisme makro atomisme”, yaitu suatu faham yang menghamba kepada alam, khususnya makro atom, atau atom/benda-benda yang besar-besar, yang beredar di jagad raya, seperti planet Bumi, Bulan, Matahari, dan Mars, serta planet-planet besar lainnya. Filosofi epistemologis tersebut adalah berasal dari hasil olah fikir seorang filsuf dan pujangga purba dari Yunani bernama Aneximandros yang mengulang teori lama, yang hidup dan meninggal sekitar abad ketiga sebelum masehi. Ringkasnya, Aneximandros dengan mengamati benda-benda besar (makro atom) yang bertebaran di angkasa ciptaan dan kreasi Tuhan tersebut, kemudian menyimpulkan bahwa “hakikat kehidupan secara sendiri-sendiri, individu-individu seperti halnya bulan, bumi, matahari, dan planet-planet lain yang beredar pada garis edarnya masing-masing itu ternyata aman tidak pernah terjadi benturan antara satu dengan yang lain” disebut Individualis.


INDIVIDUALISME
Dari hasil pengamatannya Aneximandros membuat suatu teori hidup bermasyarakat. Bahwa jika manusia ingin hidup bermasyarakat dengan aman, maka hendaknya mencontoh pola hidup benda-benda besar di angkasa di angkasa tersebut, yaitu hidup secara individu, sendiri-sendiri atau masing-masing. Teori hidup secara individu-individu inilah kelak menjadi teori yang disebut Individualisme. Teori Individualisme inilah yang kelak yang akan diusung ke Eropa dan menjadi pola pikir serta model hidup bermasyarakat bangsa Eropa. Namun rupanya Aneximandros agak kurang cermat dalam mengamati dan tidak mampu membedakan antara mahluk organis yang berupa benda-benda itu dengan mahluk biologis atau mahluk sosial budaya yang namanya manusia. Akibatnya ketika teori hidup individualis ini diterapkan, apa yang terjadi ? Yang terjadi adalah sebuah persaingan bebas antara individu atau persaingan bebas antar pribadi, sebagai akibat logisnya disebut liberalisme

LIBERALISME
Adalah merupakan akibat lanjutan dari teori Individualisme, maka sejak saat inilah lahir apa yang disebut persaingan bebas antar individu, dimana kelak disebut sebagai teori Liberalisme. Sebagai dampak yang lebih parah dari teori Individualisme Liberal ini adalah dimana di dalam pertarungan bebas tersebut pasti akan berakhir dengan kemenangan dari sebagian manusia dan kekalahan di pihak lain. Atau dengan kata lain dari pihak yang kalah akan dikuasai yang menang dan bagi yang kalah boleh diperlakukan sebagai budak manusia yang diperjualbelikan untuk kemudian dijadikan sebagai alat produksi/bantu untuk meraih kekayaan dan kekuasaan lebih jauh. Dengan demikian maka berlakulah perbudakan manusia oleh manusia, atau penindasan manusia terhadap manusia oleh segelintir manusia yang berkuasa. Hukum rimba ini berlaku bagi manusia budak atau manusia lemah, tidak saja bisa dieksploitasi sebagai alat produksi dan sebagai barang dagangan yang bisa diperjualbelikan saja, tetapi bagi budak yang berjenis kelamin wanita atau gadis boleh dan dengan leluasa dijadikan alat pemuas birahi sang majikan kapanpun sang majikan mau. Sehingga anak-anak yang lahir dari wanita-wanita malang ini disebut ”anak bajang”, yang tidak mendapatkan status kemanusiaan, karena lahir dari seorang ibu seorang budak yang statusnya sama dengan binatang ternak seperti onta, keledai, kuda dan lain-lainnya. Dalam sejarah kelak, orang-orang bajang inilah yang melakukan protes berupa demonstrasi besar-besaran (dari sinilah cikal bakal dari teori demokrasi, yang berarti demokrasi adalah teori anak haram yang lahir dari hasil pemerkosaan atas sang babu oleh majikan, maka kelak terbukti bahwa demokrasi adalah anak yang nakal dan sangat licik) terhadap kaum kaya/borjuis berkuasa yang notabene adalah gerombolan setan yang tidak lain adalah komunitas dari ayah tidak sah mereka sendiri.

KAPITALISME
Adalah merupakan akibat lanjutan dari teori Liberalisme, yaitu paham dan sebutan untuk orang-orang sukses dalam menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya dengan cara mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kalah/lemah untuk kepentingan pribadi, keluarga dan atau kelompoknya saja (kelompok inilah yang kelak menjadi lawan dari orang-orang yang yang berpaham komunisme). Kelanjutan dari teori hidup Individualis yang berkembang menjadi monster Kapitalis yang mengerikan bagi manusia yang lain ini, kemudian berkoalisi menjadi kumpulan manusia monster dan kemudian mengangkat satu di antara mereka yang paling kuat dan kaya menjadi raja monster yang paling ditakuti manusia lainnya. Seorang Raja Diraja inilah yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas di dalam negeri itu disebut The King dan wajib diataati sebagaimana taat kepada Tuhan, karena The King adalah penjelmaan Tuhan, karenanya The King disebut juga disebut “The Lord”/ Tuhan (lihat Raja Fir’aun

FEODALISME
Adalah akibat lanjutan dari teori Kapitalisme, yaitu paham yang menganggap kekuasaan absolut berada di tangan Raja Diraja yang berkoalisi dengan kroni-kroni Kapitalisnya dan yang menjadi pejabat dan punggawannya tersebut berkembang dan berlaku sampai abad XVI Masehi di Eropa termasuk Belanda dan masih tersisa sampai hari ini di beberapa negara lainnya. Kekuasaan absolut terhadap seluruh isi negara yang meliputi seluruh isi negara yang meliputi seluruh kekayaan alamnya, bumi dengan segala kandungannya, maupun segala yang bergerak di atasnya adalah milik raja. Dengan demikian, harta milik rakyat pun jika diinginkan oleh sang raja, tak dapat seorang pun menolaknya. Sampai-sampai jika seseorang mempunyai seorang anak gadis yang berparas cantik jika diminta sang Raja atau Punggawanya (yang notabene adalah para kroni yang menanam dalam sistem Feodal) harus rela untuk dijadikan selir yang kesekian puluh (istri simpanan pemuas birahi). Seluas apapun dan sebanyak apapun kekayaan sang Raja, tak akan pernah terpuaskan nafsu serakah dan nafsu birahi seorang Feodal. Oleh karena nafsu serakah bak kumpulan binatang buas yang mempunyai armada perang ini telah menguasai seluruh daerahnya, maka mulailah melirik negara lainnya, negara tetangganya, sampai negara yang jauh pun jika memungkinkan juga akan dijarah dan direbutnya. Nah … ! dalam rangka inilah Belanda datang ke Indonesia !

IMPERIALISME
Adalah merupakan akibat lanjutan dari teori Feodalisme, yaitu paham atau teori tentang cara bagaimana menguasai sumber daya alam dan sumber daya manusia dari suatu negara yang dijadikan daerah jarahan atau daerah yang akan dijadikan imperium yang akan dikuasainya. Mula-mula dimulai dari bagaimana menguasai sumber daya alam terutama komoditas berharga atau mempunyai nilai jual di pasar lokal maupun yang mempunyai nilai mahal di pasar internasional, seperti hasil tambang apakah itu batubara, timah, nikel, tembaga, apalagi emas. Komoditas lain yang tidak kalah laku di pasar internasional. adalah hasil hutan berupa kayu jati, kayu mahoni, kayu ulin, kayu cendana, gaharu, rotan, damar dan lain-lain komoditas. Belum lagi hasil kebun yang sangat menarik, karena hasil kebun ini selain mahal di pasar dunia, kebun juga menjadi sarana rekreasi keluarga (keluarga para imperialis kapitalis). Kebun teh misalnya, atau kebun coklat, kopi, serta lada ini semua menjadi sarana rekreasi buat keluarga Belanda di Indonesia. Di kebun the misalnya, di kebun ini dikala senja atau pagi hari terjadi pemandangan yang sangat menarik. Betapa tidak dari hamparan bebukitan hijau teh yang luasnya ribuan hektar itu dihiasi dengan barisan tebaran topi-topi bundar dari ibu-ibu dan anak-anak pribumi yang bekerja memetik daun teh. Sementara Belanda menonton dengan riangnya bersenda gurau di atas bendi atau kereta berkuda duanya, bersama anak-anak dan cucunya yang lucu-lucu dengan sesekali menggoda ibu-ibu yang mandi keringat itu.

KOLONIALISME
Adalah merupakan akibat lanjutan dari teori Imperialisme yaitu paham atau teori bagaimana membuat koloni-koloni dari sesama bangsanya di tanah bersama orangnya yang sudah berhasil dikuasainya. Maka diboyonglah keluarga, famili, kerabat dekat atau sahabat dari para feodal untuk menetap di tanah subur di Jamrud Katulistiwa Indonesia. Di sinilah mereka membuat koloni atau gerombolan kaum feodal, di sini mereka membuat rumah-rumah mewah yang lengkap dengan perabotan mahal serta dilengkapi dengan kolam renang dengan air panasnya. Darimana uangnya untuk membuat semua ini ? Jawabnya tentu dari hasil keringat kerja keras pribumi di tambang-tambang, cucuran keringat ibu-ibu yang bekerja di kebun-kebun tadi. Disinilah di tanah milik Bangsa Indonesia inilah Belanda beranak pinak dan setelah beranak pinak dan anak-anak mereka terus tumbuh remaja di Indonesia, maka sejak itu dibangunlah sekolah-sekolah untuk anak-anak mereka seperti yang kita kenal dengan HIS untuk tingkat SD, kemudian MULO menjadi SMP, dan AMS menjadi SMU serta Kwee School (KS) mejadi Perguruan Tinggi di Indonesia yang kelak diikuti anak-anak bangsawan pribumi (komplotan feodalis saat itu) untuk kemudian dilanjutkan sampai saat sekarang.

Sumber:dok.HMI
@amsuvallentino. 

Rabu, 26 Februari 2020

@tinovalentKenotan.
KAPITALISME

Menurut Penganut Paham Kapitalisme, masyarakat yang ideal dapat terbentuk dari adanya kebebasan dalam berbisnis dan dalam persaingan usaha. Dengan adanya persaingan usaha, kualitas dari produk dan jasa yang ditawarkan kepada pasar / konsumen menjadi lebih baik.
Dengan adanya sistem perdagangan bebas, setiap orang punya hak yang sama mendapatkan keuntungan sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Jika para pengusaha diberi kebebasan dalam berbisnis, bebas dalam mendapatkan keuntungan, serta bebas bersaing, maka perputaran roda ekonomi juga semakin cepat. Hal itu akan membuat lapangan kerja menjadi luas, angka pengangguran ditekan, kesempatan untuk berkarya tidak dibatasi, serta banyak industri baru yang lahir dari kreativitas. Itulah kurang lebih argumen-argumen dari kaum kapitalis.
Dengan adanya sistem perdagangan bebas, setiap orang punya hak yang sama mendapatkan keuntungan sesuai dengan kapabilitas masing-masing. Jika para pengusaha diberi kebebasan dalam berbisnis, bebas dalam mendapatkan keuntungan, serta bebas bersaing, maka perputaran roda ekonomi juga semakin cepat. Hal itu akan membuat lapangan kerja menjadi luas, angka pengangguran ditekan, kesempatan untuk berkarya tidak dibatasi, serta banyak industri baru yang lahir dari kreativitas. Itulah kurang lebih argumen-argumen dari kaum kapitalis

Kelebihan Kapitalisme :
1.Cenderung lebih efisien dalam memanfaatkan berbagai sumber daya dan distribusi barang.
2.Pertumbuhan ekonomi semakin pesat karena adanya kompetisi pasar.
3.Adanya penghargaan besar terhadap kerja keras seseorang dalam bisnis.

Kekurangan Kapitalisme :
1.Timbulnya pasar persaingan tidak sempurna dan pasar persaingan monopolistik.
2.Persaingan antar bisnis sering menimbulkan konflik dan ketidakadilan dimana hanya pengusaha bermodal besar yang menjadi penguasa pasar.



Selasa, 18 Februari 2020

                Tu Tali/Gemohing(Gotong.        Royong) .



Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yg saling membutuhkan dan saling berinteraksi.
Demikian arti dan perjalanan hidup umat manusia. 

"Tu Tali",adalah salah satu slogan yg mampu menjawab arti kebersamaan dalam kehidupan yang dianut oleh masyarakat Lite-Kenotan. 
Bahwa dalam keseharian, setiap individu pasti dan selalu membutuhkan orang lain.entah ia membutuhkan barang ataupun jasa. 
Dengan slogan yang ada, masyarakat setempat merasakan keringanan atas beban yang dipikulnya. 

"Tu Tali" seakan menjadi senjata yang mampu mempersatukan semua rumpun yang mungkin selama ini tak bertemu. 
Dengan mengamali dan menjalankan slogan tersebut,Yakinlah hidup akan rukun. 


Namun, akir-akir ini. Tidak sedikit yang mengabaikan slogan tersebut. 
Slogan hanyalah slogan, 
Mereka lebih memilih menjalankan hidup masing-masing dikarenakan oleh sikap egois, kecemburuan sosial yang tinggi dan iri dengki dengan sesama. 
(@tinovallent). 

Senin, 10 Februari 2020

                WhaT is Valentine?
@Page 1

Kali ini kita akan berbagi tentang asal mula atau sejarah sehingga dikatakan hari valentine day's dan apa sebenarnya arti valentine itu. Jadi, anda tidak asal ikut-ikutan merayakan hari valentine.

Sejarah Hari Valentine

Valentine day's adalah hari yang sangat identik dengan dengan cinta, puisi-puisi romantis, yang sudah bergeser dari cinta sebenarnya. Mari kita lihat apa makna hari valentine itu.

Arti Valentine day's

Tanggal 14 februari merupakan hari perayaan terhadap dihukum matinya seorang pahlawan kristen yaitu: Santo Valentine, kejadian ini terjadi tepat pada tanggal 14 februari 270 M.

Valentine day's adalah sebuah dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta, saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah antara satu sama lain, yaitu hari dimana santo valentine mati sebagai seorang pahlawan yang teguh mempertahankan keyakinannya.

Valentine yang biasa dikatakan itu adalah seorang utusan dari rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup pertama. Itulah makna dibalik nama valentine day's, sekarang mari kita lihat bagaimana sejarah asal mula hari valentine day's itu.
Asal Mula Sejarah Valentine Day's

Hari raya ini adalah salah satu hari raya bangsa Romawi Paganis (yang menyembah berhala), bangsa romawi telah menyembah berhala semenjak 17 abad silam. Jadi hari raya valentine ini adalah merupakan sebutan kepada kecintaan terhadap sesembahan mereka. Tentang sejarah valentine ini ada banyak versi yang menyebutkan, tetapi dari sekian banyak versi menyimpulkan bahwa hari valentine tidak memiliki latar belakang yang jelas sama sekali.

Perayaan ini telah ada semenjak abad ke-4 SM, yang diadakan pada tanggal 15 februari, perayaan yang bertujuan untuk menghormati dewa yang bernama Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Acara ini berbentuk upacara dan di dalamnya diselingi penarikan undian untuk mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang berisikan nama, para gadis mendapatkan pasangan. Kemudian mereka menikah untuk periode satu tahun, sesudah itu mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, mereka menulis namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.

Sementara itu, pada 14 Februari 269 M meninggallah seorang pendeta kristen yang juga dikenal sebagai tabib (dokter) yang dermawan yang bernama Valentine. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung. Para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tidak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya. Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Karenanya St. Valentine menolak untuk melaksanakannya. St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin.


Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya.

Sejak kematian Valentine (14 februari), kisahnya menyebar dan meluas, hingga tidak satu pelosok pun di daerah Roma yang tak mendengar kisah hidup dan kematiannya. Kakek dan nenek mendongengkan cerita Santo Valentine pada anak dan cucunya sampai pada tingkat pengkultusan. Ketika agama Katolik mulai berkembang, para pemimipin gereja ingin turut andil dalam peran tersebut. Untuk mensiasatinya, mereka mencari tokoh baru sebagai pengganti Dewa Kasih Sayang, Lupercus. Akhirnya mereka menemukan pengganti Lupercus, yaitu Santo Valentine.


Di tahun 494 M, Paus Gelasius I mengubah upacara Lupercaria yang dilaksanakan setiap 15 Februari menjadi perayaan resmi pihak gereja. Dua tahun kemudian, sang Paus mengganti tanggal perayaan tersebut menjadi 14 Februari yang bertepatan dengan tanggal matinya Santo Valentine sebagai bentuk penghormatan dan pengkultusan kepada Santo Valentine. Dengan demikian perayaan Lupercaria sudah tidak ada lagi dan diganti dengan "Valentine Days". Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.


Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Sesuai perkembangannya, Hari Kasih Sayang tersebut menjadi semacam rutinitas ritual bagi kaum gereja untuk dirayakan. Agar tidak kelihatan formal, peringatan ini dibungkus dengan hiburan atau pesta-pesta.

@tinovalent.

Jumat, 16 Agustus 2019

Merdeka atau Kalah


Kemerdekaan yang tertunda _


103 tahun bukan waktu yang sedikit.
Hidup serba kekurangan.
Harkat dan martabat diinjak injak,
Sengsara adalah hal yang lumrah waktu itu, bahkan nyawa sekalipun.
Kini,
Sudah 74 kita bebas dari semua kisah pilu itu.
Kita bebas, kita merdeka.
Tidak pernah lagi merasakan kisah itu.
Tapi,
Apakah kita telah merasakan semuanya itu.
Merasakan kemerdekaan dan kebebasan dari semua itu?
Mungkin iya.
Tapi belum bagi saya.
Kita belum merdeka.
Belum merdeka dari negara sendiri.
Kita masih dijiajah.
Dijajah oleh penjajah bangsa sendiri.
Kesenjangan Dimana mana.
Penindasan masih terjadi.
Kita belum merdeka.
Belum merdeka dari negara sendiri.
Sungguh.
Bukan lagi kejam melainkan keji.
Sudahkah kita merdeka.
#Tino ValLent.
#Komunitas_Puisi_Indonesia

Selasa, 06 Agustus 2019

Antara manusia dan setan.

Dunia sudah mulai tidak asik. Setan hanya berbisik dan manusia jadi berisik. Yang beda saling cap munafik, yang sama menelurkan fanatik. Kebenaran menjadi milik, mereka yang berpolitik.

Politik bukan sekedar memilih dan berselisih. Ia harusnya menjadi tempat saling berkasih. Bersih dari pamrih. Teguh dalam tatih. Tempat semua bisa bersumbangsih.

Sumbang suara diracun arsenik. Singgasana di atas pondasi antikritik. Setiap detik berbuah delik. Padahal hidup tidak hanya tentang suara di balik bilik.

Bilik suara hanya menjadi gimik, jika rupiah berbungkus siasat licik. Ibarat penonton pada konser musik. Lantang bernyanyi tanpa kuasa mengubah lirik.


AV

Kamis, 09 Mei 2019

Tenun Khas Adonara, Flores -NTT

      "Kewatek adonara" ,Demikian nama dari sarung khas yang berasal dari Adonara, NTT. 

Sarung khas adonara yang terbuat dari benang kapas hasil pintalan putri daerah,
Yang dibuat dengan alat tradisional dan sangat sederhana.
Untuk benang sendiri  dibuat jadi kain, para pemintal (ketane) biasanya memberi warna pada benang.
Bahan pewarnanya cukup Simpel. Bahan diambil dari hasil alam.
Untuk warna kuning biasanya digunakan kunyit yang diperas airnya dan direndam benang tersebut dalam larutan yg telah siap.
Untuk perendaman sendiri biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari untuk menghasilkan kain dengan warna berkualitas tinngi.
Masi banyaknya pewarna alam yg digunakan sebagai pewarna benang.,
Misalnya, mengkudu untuk warna ungu atau merah dan kulit kayu berwarna lainnya.


Untuk pengguna sendiri, sarung adonara dibedakan atas 2 Jenis.
Yaitu Nowing untuk sarung kaum pria dan kewatek untuk kaum wanita. 
Dalam penggunannya tidak dibatasi usia.
Bisanya zaman dulu sarung ini digunakan pada saat tertentu.
Misalnya adat atau kunjungan duka.
Namun dewasa ini, yang kita lihat sarung adonara sering digunakan kaum muda, meski hari biasa sekalipun.

Dari sisa kain untuk membuat sarung tersebut digunakan untuk membuat selempang yg digunakan untuk menari atau dewasa ini digunakan sebagai pelengkap fasion kaum muda.
Hal ini menunjukan betapa tingginya kecintaan kaum muda terhadap hasil daerah sendiri.



O/:Valentinus Ama Suba.