Postingan Populer

Sabtu, 30 Mei 2020

     Pos SATGAS Covid19 Jadi Alih Fungsi Alah Bar

Jakarta -  Virus Corona saat ini telah menginfeksi lebih dari 100 negara di dunia dan mengakibatkan 6.400 orang meninggal dunia. WHO pun telah menyatakan virus Corona sebagai pandemi.
Artinya, virus Corona telah menyebar ke hampir seluruh dunia dan populasi dunia kemungkinan akan terkena infeksi dari virus ini. Jadi, sebagian dari populasi dunia akan jatuh sakit.
Pada saat ini, banyak negara di dunia seperti Inggris, Amerika Serikat (AS), India, dan China, memberlakukan "lockdown" atau karantina wilayah. Mereka menutup semua akses fasilitas umum, mulai dari restoran, toko, sekolah, mall, dan pusat-pusat keramaian lainnya.


Mesin Keruk Untuk Tuan Kemaruk

 Mesin Keruk Untuk Tuan kemaruk
Amsu ValLentino.  

di bumi subur makmur
tumbuh ladang tempur
buncah sesama darah

sedang mesin keruk
suapi para tuan kemaruk
mabuk di atas tunggangan
angkuhnya kekuasaan
lalu gaya berwisata
di pesta-pesta kota
ke mancanegara

para tuan bersembunyi 
kampung bising desing
dan kering kerontang

hingga tunas-tunas bangun
berlari hunuskan duri runcing
menggedor pinta keadilan
atas panjang kemiskinan
atas hampar kehilangan
atas gelimpang kematian
tak tampak dalam hitungan
kalkulator belasungkawa
di alam pikiran merdeka

maka jangan kokang senjata
ketika para tunas bertanya
hak-hak jiwa raganya

tunas itu rimbun harum bangsa
berwarna bunga berbeda-beda
maka jangan kokang senjata
peluk dan cium saja(as)

Kamis, 21 Mei 2020

Kota Misteri. (Surat Balasan "30 Maret ,Sebelum April Besok".)

Sebelum pagi tiba, 
Sebelum bulan bersama cahaya hilang dan pergi dari peraduannya,Kutitipkan sepucuk surat kecilku ini untukMu. 
Maaf kalau suratmu akir maret lalu baru kubalas hari ini. 
Ku tau ini pasti tidak membuatMu kenyang pagi ini. 
Sebab kita tidak seperti tuan dan puan yang bisa menjual janji mereka untuk bisa mendapatkan nasi bahkan dengan lauk yang paling enak.
Surat ini sengaja Kutitipkan padamu sePagi mungkin agar kau bisa tersenyum bersama mentari baru untuk semangat dihari ini. 

Avrill.
Pagi ini ku yakin kau tak mendengar merdu suara ayam dan kicaun burung yang saling berbalasan. 
Ku tau bangunmu pasti sudah siang. 
Matahari pasti sudah setengah dari posisi tengah harinya. 
Bukanka begitu avrill. 
Hhhh.. 
Dasar manusia pemalas. 
Mandi saja jarang bagaimana mau menerapkan hidup sehat. 

Dekilmu selalu jadi ancaman polusi Ibukota. 
Demikian senjata yang selalu kupakai untuk melawan malasmu.Tapi sama saja, kataMu hidup itu pilihan. Memilih untuk tidak mandi dan memelihara keringat juga sebuah pilihan. 
Hhhhhhhh.... 
Ah dasar, manusia otak setengah. 
Bela diri yang berlebihan. 

Avrill. 
Kamu ingat kesepakatan kita kemarin? 
satu dari beberapa cetusan gila yang sempat kita perdebatkan panjang dikala siang kemarin dengan matahari yang hampir masuk membakar tulang. 
Bahwa MERDEKA bukan hanya Bebas dari Penjaja. Merdeka adalah bebas dari tekanan & beban. Lihat anak anak kecil yang bermain Asyik, mangatur batu, bermain tana liat, mencoret dinding, berlari dan bermain sepeda seharian.. mereka menikmati kemerdekaan tanpa di kejar KPK

Iya, merdeka. 
Begitu juga denganku. 
Aku ingin merdeka, bebas dari tekanan bersamaMu. 
Aku ingin merdeka bersamaMu. 

Avrill. 
Kau pernah bilang padaku bahwa selalu ada kemungkinan unik setiap peristiwa duniawi, Disitu kau kembali menyederhanakan menjadi lebih ringan untuk ku cernah bahwa "tidak ada yang tidak mungkin". 
Aku tau itu, 
Aku paham, bahkan sangat mengerti tentang itu avrill. 
Apakah kamu tau jawaban atas cetusan gilamu itu?  
Bersama denganMu. 
Itu adalah satu jawaban dari seribu kemungkinan yang saat ini jadi nyata avrill. 

Kau ingat kata Grant kepada Angelina, 
Bahwa kota ibu tiri ini terlalu banyak Menyimpan misteri aneh. 
Terlalu banyak rahasia yang belum dipecahkan. 
Dan kota itu menjadi tempat Dimana segalah kemungkinan terjadi. 
Bahwa kita dipertemukan, diperkenalkan dan semakin mengenal. 

Avrill, 
Aku tau iman kita berbeda. 
Tapi tidak ada yang tidak mungkin untuk sebuah kemerdekaan dan sebuah kebahagiaan bersama. 

Sebelum mengakiri suratku,
Aku hanya memberitahu padamu bahwa salah satu kemungkinan yang saat ini aku inginkan adalah bahwa setelah merdeka nanti aku ingin mengajakmu.
Tanpa massa, 
Tanpa atribut demonstran .
Tak butuh suasana riuh, 
Aku hanya butuh hening ketika merdeka yang saat ini kita rasakan kelak akan kita proklamirkan bersama dengan iringan lagu khas kita lagu kesukaan soe hok gie "Dona-Dona".


Arvill
Mei2020.

Rabu, 20 Mei 2020

Puisi-ku merintih
Serupa maling yang mengaling di antara
Huruf-huruf khilaf sehabis dicambuk berulang kali

Puisi-ku lahir serupa awamatra
Tetapi di peradaban-nya disangka kafir
Bahkan berjalan seperti anak durhaka
Diterka lirik dan teriakan amonia

Puisi-ku yang kebingungan menerjemahkan
Bahasanya sendiri
Hampir mati dimakan otak-otak belukar 
Hingga puisi-ku bingung haruskah tertawa atau menangis

Tentang roman, elegi;
Tentang damai, benci;
Tentang iri, negeri;
Semua isi puisi-ku dibenarkan sekejap.

Coba telanjang dan menulis di 
Hadapan-ku.
Maka kau layak serupa puisi-ku 
Sehabis berzina dengan kaum ber-otak.

Belum cukup puan dan tuan!
Ingin kutancapkan kata berbusa ini di dada-mu
"Buka mata! Tutup telinga dan mulut-mu 
Sehabis kau kebiri anak-anakku" 

Isi kepala puan dan tuan
Tak setimpal dengan ujung pena-ku
Jika puan dan tuan serupa seisi padi yang merunduk
Maka pena-ku lebih dari itu.(as) 

Amsu_

Jumat, 15 Mei 2020

Jempol Jadi Ajang Popularitas .

Hidup karena Jempol
Dahulu, dimasa Imperium Romawi. Kesenangan para konglomerat dan bangsawan menonton pertandingan gladiator. Sebuah tontonan yang mempertaruhkan nyawa manusia. Nasib para gladiator yang bertarung ditentukan oleh pertarungan. Kalau tidak membunuh, ya terbunuh. Tidak ada aturan baku, gladiator boleh menggunakan senjata apa saja. Bila salahsatu gladiator tersungkur dan masih hidup. Nasibnya ditentukan oleh jempol sang bangsawan (senat, konsul atau preator). Jempol ke atas, berarti hidup dan ke bawah artinya mati. 

Entah ada korelasinya dengan dunia digital, Wa bil khusus sosmed. Jempol menjadi penanda popularitas sebuah status tulisan di beranda sosmed. Jempol ke atas untuk -suka- terhadap status. Untuk beberapa kanal seperti Twitter dan youtube, menyediakan jempol terbalik. Dalam beberapa status, saya mengamati seakan popularitas like adalah hidupnya. Buatlah petisi untuk tembus like sebanyak-banyaknya. 200,500, hingga 1000. 

Dalam beberapa kesempatan, saya berkata pada teman. Menulislah status di beranda sesuai fashionmu. Tak usah pedulikan orang like atau tidak ada sama sekali, selama tulisan kita memang memiliki bobot dan mencerahkan. Dengan orang membaca apa yang kita tuliskan sudah cukup. Tidak mesti ikut arus memancing perdebatan berujung pertengkaran. Gimana kalau itu fashion mereka? Mau gimana lagi. Beri jempol terbalik. 

Di sudut berbeda. Seorang kawan sibuk dengan jempolnya. Berjam-jam waktu dihabiskan untuk memuaskan ambisi menang, melalui game. Jempol menari-nari hingga larut malam hingga banyak waktu terbuang demi kepuasan semu. Di pojok lain, beberapa kawan berkelahi dengan jempolnya, mengatur strategi bermain online, saat diajak bicara malah tidak nyambung. Tak tahunya mereka lagi mengumpat kesalahan jempolnya memenangkan pertarungan game. Mereka berkumpul, saling berbicara tapi jauh dari pembicaraan. Jempol mengisi kehidupan, dan mungkin itulah makna hidup mereka. 

Aku juga demikian, kuhadapkan jempolku pada gawai dan menarikan pesan ini. Tapi hidup tak akan kuserahkan kepada keputusan jempol semata.(as) 

Rabu, 13 Mei 2020

TEROESIR.

Bisikan mereka yg Dibuang

Kami adalah anak anak yg ditinggalkan 
Entah kepada siapa kami boleh memanggil "ibu"
Karena mereka yg datang menghampiri
Tidak membawa kasih sayang ibu kepada anak kandungnya
Mereka datang menatap dengan iba 
Memberi atas dasar kasihan
Bukan rindu dan cinta naluri ibu kandung

Hari berlalu bulan pun pergi
Seiring teriakan cela menghias hari kami
Anak anak yg ditelantarkan ibu
Dibuang dalam kardus berteman dingin
Diendus anjing anjing lapar dan tikus tikus selokan
Katanya kami anak haram dan terasuki setan
Tak ada satu orang dewasa pun
Yg mau dipanggil orang tua atas kami
Diantaranya memicingkan mata
"Pergi! Kau bikin sial untuk kami"
Itu kata yg keluar dari mata 
yg mencela  kami yg  terbuang 

Tahukah kalian setiap malam kami berdoa
Kepada siapa yg kalian sebut Tuhan
Agar suatu hari ada orang tua yg datang
Menatap kami dengan senyum manis tersimpul.. kemudian merangkul.. memeluk kami
Merasakan hangatnya pelukan kasih
Dari orang dewasa kepada anaknya
Dirangkul, diusap kepala kami dan ditepuk punggung kami
Ketika kesal dan tak tahan untuk menangis

Sungguh.. bukan kami yg meminta terlahir seperti ini
Bukan kami yg memilih untuk hidup seperti ini
Kami hanya menerima dengan bertanya
Apa salah dan dosa kami
Sampai mereka yg lahirkan kami 
Dengan hati yg dingin tinggalkan kami
Disaat kami belum tahu
Bagaimana cara untuk berjalan
Bagaimana cara berdiri dengan benar
Bagaimana cara menyuap nasi dengan tepat
Jangan pandang kami dengan jijik 
Seolah kami adalah manusia hina
Jangan pandang kami sebagai beban
Karena sungguh kami dapat saling jaga
Walau kalian tidak perdulikan kami

Kami pun ingin berjalan di atas bumi ini
Dengan penuh kehormatan
Menegakkan kepala layaknya anak anak lain yg penuh keriangan 
berjalan menggandeng tangan orang tuanya sambil melompat lompat kecil
Kami hanya ingin diakui keberadaan kami
Sebagai manusia.. utuh..
Bukan pembawa sial..
Bukan aib dunia..
Manusiakan kami.(as) 

Bagaimana Bila

 BAGAIMANA BILA 


Masih saja kurasa bimbangmu, dan kulihat ragumu!


Bagaimana bila?,

aku adalah engkau.

engkau adalah aku.

aku adalah dia, kami, atau mereka.

dia, kami, atau mereka adalah aku.

Bagaimana bila?,

Burung kehilangan sayapnya, ikan kehilangan airnya, atau harimau tanpa taring.

Bagaimana bila?,

Tetumbuhan tak lgi memberi makan para hewan, tak indah dan wangi lgi bunganya, tak manis lgi buahnya.

Gunung2 dilemparkan, lautan ditumpahkan, tanah dibalikkan, dn langit digulung

Bagaimana bila?,

Yg sedih menjadi senang, senang menjadi sedih, hati menemukan lawan rasanya

Bagaimana bila?,

yg kau tunggu takkan datang, yg kau jemput tak ada ditempatnya, yg kau yakini cuma khayalan, yg kau ragukan rupanya sebuah kenyataan

Bagaimana bila?,

Ku kau tinggalkan

Atau kau kutinggalkan

Cinta menjadi benci

Rindu menjadi jemu


Lantas apa yg akan kau perbuat?

Ragulah akan semua kemapanan

Carilah kepastian pada setiap keraguan

Dan temuilah dirimu

Carilah kebenaran dalam kehidupanmu

Dan janganlah mencari pembenaran


Dan lalu, bagaimana bila?

Kubilang aku mencintaimu untuk yg kesekian kalinya?(as)