Postingan Populer

Jumat, 17 Juli 2020

BUITENZORG

______________
Aku mendatangimu lewat tulisan ini sebelum malam lengah lebih jauh
Pada diriku, kata-kata seakan masih terasah terengah-engah menyebrangi jantung puisiku, tapi kali ini aku niatkan
Aku hembus tepat dilenganmu, peluk lebih erat agar kau merasa tidak ditinggalkan dan semoga bisa menopang seluruh rindu yang dibuat rubuh oleh sepi

Sudah banyak hari terlewatkan 
Kala kita menghitung keganjilan waktu yang jatuh pada kalender 

Aku mau sekali ini aku belajar menangis tanpa air mata 
Biar tidak membuatmu resah dan ibah
Aku ingin sekali belajar menjadi riang yang ribut dan tak mau diam 
Sehingga kau tak lagi memanggilku linglung
Aku ingin sekali tetap menjadi lemak yang kau keluhkan dan menguras seberapa uangmu untuk sekedar membeli teh pucuk dan es krim corrneto 

Seperti yang aku belajar dari Ibuku
Aku ingin sekedar mencintaimu dengan menghilangkan seluruh gengsi yang bertandang di dadaku
Menyuapimu makan layaknya anak kecil, memakaikan jakat ketubuhmu ketika kau pulang saat datang menengokku
Hal semacam itu bukan suatu berlebihan
Aku hanya ingin mengikuti ajaran yang dicontohkan Ibuku 
Mungkin itu gambaran bagaimana cara rasa sayang bekerja sebenarnya

Sesulit menjelaskan kerumitan yang ada pada kita
Aku selalu menemui Tuhan dalam kepasrahan 
Memikul segala keluh yang merahasiakan diri dari tinta 
Aku sendiri melihat air mataku bekerja sejadi-jadinya sampai pada ketenangan Tuhan taruh ditelapak bantal mengelus pipiku dan membuatku kemudian terlelap

Kita memang  tidak punya kuasa  menebak nasib
Ketakutan-ketakutan bekerja seperti hantu selalu mendiami angan-angan
Seperti  kita melihat antara mimpi atau kenangan yang bergantung membuat pilihan
Namun diatas itu semua,  sepenuhnya ketulusan tetap kita jaga sebagai manusia. Semoga tidak seperti musim dan cuaca 

LDS

Minggu, 05 Juli 2020

Bagaimana Bila?

Bagiaman Bila? 

Oleh:AS


Masih saja kurasa bimbangmu, dan kulihat ragumu!


Bagaimana bila?,

aku adalah engkau.

engkau adalah aku.

aku adalah dia, kami, atau mereka.

dia, kami, atau mereka adalah aku.


Bagaimana bila?,

Burung kehilangan sayapnya, ikan kehilangan airnya, atau harimau tanpa taring.


Bagaimana bila?,

Tetumbuhan tak lagi memberi makan para hewan, tak indah dan wangi lagi bunganya, tak manis lagi buahnya.



Gunung2 dilemparkan, lautan ditumpahkan, tanah dibalikkan, dn langit digulung


Bagaimana bila?,

Yg sedih menjadi senang, senang menjadi sedih, hati menemukan lawan rasanya


Bagaimana bila?,

yg kau tunggu takkan datang, yg kau jemput tak ada ditempatnya, yg kau yakini cuma khayalan, yg kau ragukan rupanya sebuah kenyataan


Bagaimana bila?,

Ku kau tinggalkan

Atau kau kutinggalkan

Cinta menjadi benci

Rindu menjadi jemu


Lantas apa yg akan kau perbuat?

Ragulah akan semua kemapanan

Carilah kepastian pada setiap keraguan

Dan temuilah dirimu


Carilah kebenaran dalam kehidupanmu

Dan janganlah mencari pembenaran


Dan lalu, bagaimana bila?

Kubilang aku mencintaimu untuk yg kesekian kalinya?