Postingan Populer
-
HIHIHI, 'TERORIS' SEKARANG MAKIN BAIK, BUKAN CUMA BERWASIAT TAPI JUGA WARISKAN INSTAGRAM Versi Polisi, Orang yang ditemb...
-
Menurunnya laju perputaran roda ekonomi jadi wabah baru paling mematikan setelah Covid19 Salah satu pandemi baru yang akir-akir ini menjad...
-
Negri Ngerih. °/Amsu ValLentino jelaskan kepadaku: negeri macam apa ini? ketika jumlah pengangguran terus bertambah dan jumlah keluarga m...
-
sumber gambar: @napaskata Nyawa manusia bukan tragedi tontotan dan statistik belaka, ya, lebih baik tidak berangkat terba...
-
Mesin Keruk Untuk Tuan kemaruk Amsu ValLentino. di bumi subur makmur tumbuh ladang tempur buncah sesama darah sedang mesin keruk suapi ...
-
Demokrasi Dan Tuntutan Alay Mahasiswa . Oleh:Amsu ValLentino. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi baik di universitas...
-
BAGAIMANA BILA Masih saja kurasa bimbangmu, dan kulihat ragumu! Bagaimana bila?, aku adalah engkau. engkau adalah aku. aku adalah dia, kam...
-
SURATAN IBU_ Nak, mamamu ini dulu seperti gila; banyak sibuk mengurus diri orang lain, merasa bertanggungjawab untuk...
-
AKTOR KOTOR ______ Aku adalah aktor paling kotor Dipungut dari rahim wanita hebat untuk berperan menjadi sampah masyarakat Ya, a...
-
MAHAMERU, Puncak tertingi dipulau jawa yang menjadi saksi puncak kehidupan "Gie" dan "Idhan". Oleh; Amsu ValLentino. ...
Senin, 29 Juni 2020
BUITENZORG
Rabu, 24 Juni 2020
RENJANA
Minggu, 21 Juni 2020
SEDON ATA RAYA,KEBAREK ADONARA
Kamis, 18 Juni 2020
Bunga Juni Yang Lalu
Kamis, 11 Juni 2020
Siti_
Siti_
Siti Kekasihku,
Kenapa harus kau bangunkan aku sepagi ini siti.
Tapi tak apalah,
Sebagai seorang lelaki aku harus sepagi mungkin dan mendahului ayam untuk mengais rejeki dari kardus kardus samping rumah pejabat itu.
Selekas dari tidurku langsung ku sehruputi kopi buatanmu seperti biasanya dibalik senyumMu.
Aku terhenti ditengah tegukan pertamaku.
Siti,
Mengapa sepahit ini kopi buatanmu.
Tak seperti kopi buatanmu kemarin.
"Anggap saja itu ibarat kisah kita saat ini ama,
Kita sedang dalam dilema dan penuh dengan serba salah untuk kisah kita."Demikian jawab siti.
Kenapa siti?
Ada apa?
Allahku dan Tuhanmu berbeda.
Aku tak yakin kita akan direstui ama.
Ayah dan ibuku begitu fanatik dengan keyakinannya.
Lagi pula kehormatan yang paling utama adalah orangtua.
Aku harus mengikuti mereka.
Kita harus mengakhiri ini Ama.
Demikian jawab Siti.!!!
Kuhabiskan kopiku dalam sekali teguk.
Ku berlari dari peraduan menujuh puncak,
Dengan lantang Kuteriakan pada seluruh ciptaan Sang Kuasa,
"Dunia Tak Adil"
Mengapa aku harus merasakan ini secepat lesatan meteor.
Aku baru tau,
Ternyata keyakinan bisa jadi penghalang kebahagiaan.
Lalu apa?
Katanya Allahmu dan Allahku telah menjanjikan kebahagiaan untuk kita dikemudian hari.
Dan ini yang namanya bahagia !?
Ah.
Tuhan tak adil.
Siti Kekasihku.
Aku sadar,
Sebaiknya kau nikah dengan orang yang lebih bisa beruntung dan rupawan.
Ku tau siti,.
Latar belakang kita berbeda.
Aku hanyalah sebatang kara yang dilahirkan dan hidup karena kesalahan semesta.
Aku tak punya apa-apa untuk membeli bedak dan lipstik untukmu dikemudian hari.
Sementara kamu,
Kamu punya segalahnya siti.
Uang ada,
Keluarga lengkap,
Tak ada bedanya dengan Konghlamerat.
Hanya saja kamu beda jumlah dan suvvenir yang mengisih ruang tamu keluargamu, siti.
Siti kekasihku,
Aku mengijinkanMu pergi.
Tapi bukan karena kita bedah keyakinan.
Aku mengiklaskanmu pergi hanya karena aku takut kau dan anak kita akan kelaparan nanti, hanya karena aku tak mampu membeli beras dan sayuran yang sehat untukmu berdua siti.
Tapi ingat siti.
Aku mencintaimu tidak main main siti.
Aku merasakan kehidupan yang lebih baik bersamamu siti.
Aku kuat bersamamu siti.
Sekarang,
Pergilah.
Pergilah sejauh yang kau mampu,
Tapi cintaku dan hidupku akan tetap ada untukmu siti.
Pergilah,
Aku mencintaimu siti.[AS]