"Kewatek adonara" ,Demikian nama dari sarung khas yang berasal dari Adonara, NTT.
Sarung khas adonara yang terbuat dari benang kapas hasil pintalan putri daerah,Yang dibuat dengan alat tradisional dan sangat sederhana.
Untuk benang sendiri dibuat jadi kain, para pemintal (ketane) biasanya memberi warna pada benang.
Bahan pewarnanya cukup Simpel. Bahan diambil dari hasil alam.
Untuk warna kuning biasanya digunakan kunyit yang diperas airnya dan direndam benang tersebut dalam larutan yg telah siap.
Untuk perendaman sendiri biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari untuk menghasilkan kain dengan warna berkualitas tinngi.
Masi banyaknya pewarna alam yg digunakan sebagai pewarna benang.,
Misalnya, mengkudu untuk warna ungu atau merah dan kulit kayu berwarna lainnya.
Untuk pengguna sendiri, sarung adonara dibedakan atas 2 Jenis.
Yaitu Nowing untuk sarung kaum pria dan kewatek untuk kaum wanita.
Dalam penggunannya tidak dibatasi usia.
Bisanya zaman dulu sarung ini digunakan pada saat tertentu.
Misalnya adat atau kunjungan duka.
Namun dewasa ini, yang kita lihat sarung adonara sering digunakan kaum muda, meski hari biasa sekalipun.
Dari sisa kain untuk membuat sarung tersebut digunakan untuk membuat selempang yg digunakan untuk menari atau dewasa ini digunakan sebagai pelengkap fasion kaum muda.
Hal ini menunjukan betapa tingginya kecintaan kaum muda terhadap hasil daerah sendiri.
O/:Valentinus Ama Suba.