Postingan Populer

Jumat, 16 Agustus 2019

Merdeka atau Kalah


Kemerdekaan yang tertunda _


103 tahun bukan waktu yang sedikit.
Hidup serba kekurangan.
Harkat dan martabat diinjak injak,
Sengsara adalah hal yang lumrah waktu itu, bahkan nyawa sekalipun.
Kini,
Sudah 74 kita bebas dari semua kisah pilu itu.
Kita bebas, kita merdeka.
Tidak pernah lagi merasakan kisah itu.
Tapi,
Apakah kita telah merasakan semuanya itu.
Merasakan kemerdekaan dan kebebasan dari semua itu?
Mungkin iya.
Tapi belum bagi saya.
Kita belum merdeka.
Belum merdeka dari negara sendiri.
Kita masih dijiajah.
Dijajah oleh penjajah bangsa sendiri.
Kesenjangan Dimana mana.
Penindasan masih terjadi.
Kita belum merdeka.
Belum merdeka dari negara sendiri.
Sungguh.
Bukan lagi kejam melainkan keji.
Sudahkah kita merdeka.
#Tino ValLent.
#Komunitas_Puisi_Indonesia

Selasa, 06 Agustus 2019

Antara manusia dan setan.

Dunia sudah mulai tidak asik. Setan hanya berbisik dan manusia jadi berisik. Yang beda saling cap munafik, yang sama menelurkan fanatik. Kebenaran menjadi milik, mereka yang berpolitik.

Politik bukan sekedar memilih dan berselisih. Ia harusnya menjadi tempat saling berkasih. Bersih dari pamrih. Teguh dalam tatih. Tempat semua bisa bersumbangsih.

Sumbang suara diracun arsenik. Singgasana di atas pondasi antikritik. Setiap detik berbuah delik. Padahal hidup tidak hanya tentang suara di balik bilik.

Bilik suara hanya menjadi gimik, jika rupiah berbungkus siasat licik. Ibarat penonton pada konser musik. Lantang bernyanyi tanpa kuasa mengubah lirik.


AV

Kamis, 09 Mei 2019

Tenun Khas Adonara, Flores -NTT

      "Kewatek adonara" ,Demikian nama dari sarung khas yang berasal dari Adonara, NTT. 

Sarung khas adonara yang terbuat dari benang kapas hasil pintalan putri daerah,
Yang dibuat dengan alat tradisional dan sangat sederhana.
Untuk benang sendiri  dibuat jadi kain, para pemintal (ketane) biasanya memberi warna pada benang.
Bahan pewarnanya cukup Simpel. Bahan diambil dari hasil alam.
Untuk warna kuning biasanya digunakan kunyit yang diperas airnya dan direndam benang tersebut dalam larutan yg telah siap.
Untuk perendaman sendiri biasanya membutuhkan waktu 2-3 hari untuk menghasilkan kain dengan warna berkualitas tinngi.
Masi banyaknya pewarna alam yg digunakan sebagai pewarna benang.,
Misalnya, mengkudu untuk warna ungu atau merah dan kulit kayu berwarna lainnya.


Untuk pengguna sendiri, sarung adonara dibedakan atas 2 Jenis.
Yaitu Nowing untuk sarung kaum pria dan kewatek untuk kaum wanita. 
Dalam penggunannya tidak dibatasi usia.
Bisanya zaman dulu sarung ini digunakan pada saat tertentu.
Misalnya adat atau kunjungan duka.
Namun dewasa ini, yang kita lihat sarung adonara sering digunakan kaum muda, meski hari biasa sekalipun.

Dari sisa kain untuk membuat sarung tersebut digunakan untuk membuat selempang yg digunakan untuk menari atau dewasa ini digunakan sebagai pelengkap fasion kaum muda.
Hal ini menunjukan betapa tingginya kecintaan kaum muda terhadap hasil daerah sendiri.



O/:Valentinus Ama Suba.